polsex

Blog Seputar kehidupan, Gaya Hidup, Cinta dan Sex

Cerita sex Sedarah - Mertuaku Haus Sex

Ya, nanti Dendy tunggu dirumah! trrrk, ku tutup gagang telpon dirumah itu. Sabtu dibulan November, setahun lalu.Sudah dua hari ini aku bermalam di rumah Mama Wiwiek, mertuaku, tak jauh dari Plaza Jembatan Merah, Surabaya. Aku dan isteriku, Rima, sebenarnya tinggal di Malang berdekatan dengan rumah orang tuaku. Sudah dua hari iniaku membereskan isi rumah.

Dua bulan sebelumnya, Ibu Mertuaku sudah menempati rumah barunya di Jakarta. Kedatangannya ke Surabaya untuk untuk mengatur pemgiriman barang-barang yang masih ada dirumah ini. Kurang lebih dua bulan ini rumah ini kosong. Kunci hanya dititipkan saja ke tetangga sebelah. Ibu Mertuaku datang sendiri karena papa Toni, suaminya sudah 6 bulan dinas di malaysia.

Usia Ibu Mertuaku Wiwiek 46 tahun genap di tahun 2002 ini. Parasnya cantik,secantik isteriku. Kulitnya lebih putih ketimbang isteriku. Rima, isteriku,lebih mirip dengan Papa Toni yang kulitnya sawo matang. Walau sudah separuhbaya, penampilan Ibu Mertuaku Wiwiek tak kalah dengan gadis belia, pun jikadibandingkan dengan anak-anak baru gede (ABG). Nafkah yang cukup darisuaminya digunakannya dengan leluasa untuk merawat diri. Dia rutinpergi ke salon, senam aerobic dan pernak-pernik urusan kecantikan.

Kira-kira jam 11.30 Diatiba dirumah, diantar taxi daribandara. Seperti biasa, pertama kali kucium tangannya, tanda hormatku.Singkat cerita, setelah makan siang, satu hari itu kita mengepakbarang-barang yang akan di kirim ke Jakarta, dibantu oleh Tante Rina,tetangga sebelah dan dua orang anak gadisnya. Setelah ketiganya pamit.Tinggalah aku dan Dia .Den, tolong ditelpon lagi ya yang mau ngangkat barang-barang iniujar Dia menyuruhku menelpon perusahaan jasa pindahan.

Karena kelelahan seharian membereskan barang-barang, Diamengambil bantal lalu tidur-tiduran dengan hanya beralaskan tikar, karena semuaisi rumah sudah dirapihkan. Karena kegerahan, Dia mengganti kaos dancelana jeansnya dengan daster tidurnya. Aku hanya menunduk dan mencuri-curipandang saat Diamengganti pakaiannya dihadapanku. Aku pundengan serta merta melihat tubuhnya. Tubuh yang terawat.Selesai mengenakan daster. Ia kembali membaringkan tubuhnya ditikarsambil memejamkan mata.

Aku duduk di tikar yang sama sambil membaca koran. Mataku sebenarnyatak tertuju pada berita koran. Saat itu terlihat dihadapanku, sesosokperempuan cantik dengan tubuh yang bahenol. Belahan dadanya terlihat jelas.Puting payudaranya menyembul.Agaknya tidurnya tidak nyenyak. Ia kerap memutar balikkan tubuhnyake kanan dan ke kiri. Dasternya pun tersingkap. Terlihat jelas oleh kupaha mulusnya.Aku sama tak kuasa menahan gejolak birahi. Aku sepenuhnya sadar bahwawanita ini adalah Ibu Mertuaku. Sebagai laki-laki normal, birahikumendidih. Mataku terus mengikuti gerak tubuhnya . Sambil sesekalikututupi dengan koran, takut jika kelakuanku tertangkap basah olehnya.

Kuperhatikan terus tubuh molek dan bahenol itu. Kemaluankusudah mengeras. Karena tak tahan, kuletakkan koran yang memang tidak kubaca. Segeraaku ke kamar mandi. Niatku, hanya satu. Onani! Sungguh tak tahan lagi akumenahan gejolak nafsu.Baru sekitar empat menit aku mainkan penisku. Aku terkejut!!! Kreepp,pintu kamar mandi terbuka. Ibu Mertuaku ! Pintu kamar mandi tak kukunci. Sambil memegang penisku aku menundukkan badan karena malu.Den, sedang apa kamu? ujar Dia sambil tersenyum.Mmm, ini Mah, nggak, anu jawabku, kehabisan kata.Ya ampun Den, baru 2 hari nggak kumpul sama Rima, sudah segitunyatimpal Dia sambil terus memandangi penisku.Suasana hening. Aku terdiam. Secepatnya ku kenakan celana pendekku.Mama mau pakai toilet? Tanyaku memecah kebisuan.Iya, mama mau buang air kecil jawabnya dengan tetap tersenyum.Aku keluar kamar mandi.

Tak lama dia keluar juga. Tapi kali ini, ku lihat dia sudah tak mengenakan BH.Jelas terlihat, karena daster yang dipakainya bisadibilang, sangat tipis, menembus ke kulit payudaranya.Yang aku tahu, wanita biasa melepaskan BH nya jika hendak tidur,karena merasa sesak dan tak nyaman. Rima, isteri ku, sangat sering melepaskanBH jika hendak tidur malam.

Dia kembali merebahkan tubuhnya di atas tikar. Kali ini,sepertinya dia sengaja menyibakkan dasternya dengan sedikit menaikkan lututnya.Tangannya diletakkan diatas payudaranya. Bagiku pada saat itu, itumerupakan isyarat seorang wanita setengah umur yang rindu belaiantangan laki-laki. Dipikiranku, Diasedang menggodaku!

Karena gelap mata. Karena onani tak tuntas. Karena penis ku tak bisadiajak berunding. Kulepas celanaku. Tanganku dengan cepat menelanjangicelana dalam Mertua ku. Secepat cahaya kukangkangkan pehanya.Kutindih.Kutancapkan penisku kelubang vaginanya. Aku benar-benar sudah matagelap ingin melampiaskan birahiku.Diaterkejut bukan kepalang. Tak sampai satu 30 detik, diasudah merasakan penisku menghujam vaginanya.Dendy, apa ini? ucap Diadengan nada pelan, namun denganmata yang membelalak.Aku tak menjawab, penisku terus ku tekan hingga benar-benar masuk,pol, ke rongga vaginanya.Mmmaaa sich, tidurnya sembarangan ucapku sambil menaikturunkan pinggangku

Tamat
arin kelam cerita sex sedarah

Sex Incest - Ngentot mama di hotel


Selasa siang, sepulang dari kuliah, saya diajak ibu kepesta perkawinan keluarga di luar kota, yang jaraknya kurang lebih 200 km atau 4 jam perjalanan mobil kalau tidak lagi macet melewati Puncak. Pesta keluarga rencananya dilangsungkan sebentar Malam jam 19.00. sampai selesai. dan diperkirakan jam 22.00 akan selesai dan langsung pulang lagi ke rumah di Jakarta. Sesampai di tempat Pesta.. para sahabat dan keluarga banyak yang mengagumi kecantikan Ibu. Malah ada yang bercanda bahwa pasangan Kami (saya dan Ibu Kandungku) adalah ibarat pasangan suami isteri yang sangat serasi.
Pokoknya diantara Keluarga dan sahabat , kami lah yang menjadi fokus pandang . Lebih wow… dibandingkan mereka yang sementara duduk dipelaminan malam itu.

Memang Kecantikan ibu tidak ada duannya, melebihi kecantikan tamu2 sebayanya yang hadir malah masih lebih cantik dan seksi dibandingkan Ibu-Ibu 10 tahun lebih mudah dari Ibu, walau pun sebenarnya Ibuku sudah terbilang umur 40 tahun. Ibu selalu menjaga kesehatan dan tidak pernah melupakan senam, Kalau dirumah selalu merawat tubuhnya, agar tetap fit , cantik dan seksi.

Tepat jam 22.00 , kami pamitan untuk pulang, maklum rumah sangatlah jauh dan bila tidak ada halangan mungkin sampainya dirumah sudah tengah malam atau jam 02 Pagi….. tepatnya setengah jam kemudian pk 22.30, kami telah meninggalkan tempat pesta dan saya langsung menancap mobil untuk pulang. dalam perjalanan tiba ibu mengingatkanku.. hati2 .. jangan terlalu kencang .. sayang !!!, jalannya sangat licin”, betul kata Mama, karena hujan yang turun mulai deras, mana lagi mendekati puncak semakin berkabut. Beberapa saat kemudian, Tiba2 stir mobil kurasakan sangat berat, ” Aduh Mamai…, Ban Mobilnya Kempes…”, secara refleks Ibuku menjawwabnya ” Cepat pinggirkan mobil kehalaman hotel terdekat … ntar nggak keburu … bisa —bisa kita ngadat di jalan .. mana hujan deras lagi”… iya Mam “jawabku singkat … sambil berbelok memasuki salah satu hotel berbintang yang ada di Kaki Lereng …Puncak.

Sebelum kami keluar dari mobil, Ibuku berkata, .. ” Sayang, kalau Ban Mobilnya Kempes dan gak bisa ditolong lagi…, kita harus menginap di Hotel ini, Besok pagi aja perjalanan kita lanjutkan”, dan memang keadaan yang mengharuskan kami untuk singgah bermalam…di hotel berdua dengan mama

Kami berdua dijemput dan diantar ke Resepsionis… , dan untuk mengurangi kecurigaan ,Ibuku langsung mencatat identitas kami berdua sebagai suami isteri , Ibu mengerling kepadaku.. sambil mengeluarkan Credite Cardnya untuk digesek sebagai jaminan nginap hotel 1 Malam.

Setiba di Kamar, .. mama langsung tersenyum manis dan berkata..” Sayang… jangan macam2 yah!!!, walaupun ditempat pesta tadi malam , mereka bercanda katakan kita seperti pasangan suami isteri dan di resepsionis , mama juga mengatakan kita suami isteri , tetapi kamu tetap anak mama.. nggak boleh macam2 sama mama. yah !! .. spontan saya menjawab ” OK!! Mama.., sayang yang cantik ” . Entah dari mana datangnya keberanianku untuk merayu Ibuku, walaupun itu saya sampaikan secara bercanda … tetapi kalau dipikir, wah bisa berabe juga .. sekamar di Hotel dengan Ibu Kandung yang cantik dan seksi.. pasti dugaan orang kalau bukan Suami Isteri yang kemalaman pastilah peselingku yang kaya , dan yang jelas pastilah mereka memanfaatkan waktu yang sangat panjang untuk bersetubuh.., atau bersanggamah atau ngentot.. sepuas-puasnya, tidak ada dugaan ketiganya…

Pikir2 tak diduga orang, tak terasa Yuniorku menegang..makin kencang .. kayaknya setan setan birahiku mulai menguasai fikiranku…membuatku hampir salah tingkah…, tiba2 Ibuku berkata ” Mama Mau Mandi dulu yah.., tolong bukakan korset mama”, wowww.. setan penggoda makin kuat, ” iya.. iya.. Mom” sahutku agak bergetar, sambil membuka korset Mama dan entah kenapa, saya mencoba melirik ke buah dadanya dari samping belakang, dalam hatiku berkata, walaupun mama tidak menggunakan korset tetapi cetakan tubuhnya sangat sempurna, Pinggang yang ramping bak pinggang anak perawan yang diikuti dengan pinggul lebar yang sangat serasi dengan tonjolan buah dada yang masih tegak menantang kedepan, ditambah lagi kulit Mama putih tak bernoda sangat halus dan harum…, Pastilah semua laki-laki ingin menikmati keindahan dan kesempurnaan alam yang ada pada Mama…tanpa kecuali termasuk saya, anak kandungnya….

Sewaktu mama di kamar mandi..terdengar sayup sayup riak air di Bak Mandi yang bersentuhan dengan tubuh montok mama yang telanjang bulat, tak terasa tanganku mulai memegan siyunior yang mulai tidak dapat dikendalikan dan tiba2 terdengar teriakan perlahan Mama ” sayang… kamu juga mandi ya !! airnya Nyaman dan hangat “ jawabku ” ntar Mam ” , ” Iya donk , masa sih mandi bareng ?” lalu senyap…, pikirku.. apa ini signyal plus dari mama???, atau hanya karena canda Mama ???, tak terasa.. genggaman pada Yuniorku makin kencang, “Sabar yah yunior.. kamu ntar saya masukan di memeknya mama ” gumanku dengan fikiran mulai kurang ajar dan kotor…

Selang beberapa saat , Mama keluar dari kamar mandi, dan tubuh mama hanya dililit ketat oleh selembar handuk sebatas setengah buah dada mama ke bawah sampai sejengkal diatas lutut, Karena suhu kamar sangat sejuk , sambil berlari kecil.. Mama menuju spring bed langsung masuk dalam selimut yang tebal, lalu mama berkata ” Gantian mandinya… mama mau tidur duluan “, dan saya langsung menjawabnya ” gak jadi mandi Mam.., pagi aja sekalian…” jawabku singkat, karena jawaban ini sudah saya persiapkan agar cepat2 bisa tidur alias lebih cepat tidur di samping Mamaku, ” Terserah kamu aja… tapi kalau bau jangan baring disamping Mama ya??”

Saya lewatkan kira-kira 10 menit setelah nafas mama seperti mulai teratur alias tidur… perlahan lahan saya naik ke pembaringan disamping kiri mama, maksud saya untuk ikut juga masuk dibalik selimut, saya tarik dan simak sedikit selimut yang satu-satunya akan kami pakai berdua, tetapi tiba2 mama mengeliat mungkin terasa hembusan dingin akibat selimut yang menutupi tubuhnya tersinkap sedikit.., tampak mama tidur dibawah selimut tanpa mengenakan sehelai kain alias telanjang bulat ,karena kami memang tidak mempersiapkan pakaian tidur , mama tidur miring membelakan disebelah kanan, perlahan saya masuk dibalik selimut disamping kiri mama yang telanjang , dan selang beberapa saat kemudian, mama membalikan tubuhnya dan wajahnya hampir menyentuh wajahku, kutatap matanya yang tertutup indah, bibir yang tipis merekah menantang, hidung kecil yang mancung.., kuberanikan dan kucoleng perlahan hidung mama, tetapi tak ada reaksi, kulanjutkan untuk menarik kebawah bibir mama yang tipis, agar tampak gigi yang putih rapi berjajar, juga tak ada reaksi dari mama, dan akhirnya dengan berdebar-debar kurapatkan mulutku dan kukecup bibir mama, mulai desak nafas mama sedikit terganggu, mungkin terhalang dengan hidungku akhirnya mama membuka sedikit mulutnya, tanpa kuberi kesempatan menutupnya , kusedot lidahnya, dan rupanya mamaku dalam tidurnya juga membalas ciumanku…, dan selanjutnya kualitas keberanianku kutambah dengan mulai memeluk dan melingkari badan mama dengan lenganku, reaksipun datang dengan makin merapatnya tubuh mama yang mungil dan telanjang ini kedadaku, paha mama mulai menyerang dan menyentuh yuniorku yang berubah menjadi Yunior yang kenyal dan berdiameter sebesar pergelangan tangan mama, pelukan mama mulai mengencang, mungkin bermaksud menarik obyek yang lebih hangat yang ada pada badanku, keadaan ini membuatku makin kesurupan, tangan kiriku mulai mengerayangi pingul mama, turun kebawah bagian bokongnya, terus turun dan berputar kedepan lebih kebawah lagi, dan akhirnya sampai kebulu pubis mama yang sangat halus, kutelusuri bibir vagina mama dan akhirnya jari telunjukku mengelitik klitorisnya…,

Mama mulai berekasi , kedua paha mama menjepit , tangan kanannya mencakar punggungku dengan kuku mama yang tajam, mungkin ini dalah refleks akibat sesutu yang memasuki vaginanya, hanya mama yang tahu, tubuh mama saya dorong agar sedikit terlentang dan mulailah saya menindis setengah tubuh mama terutama buah dada kiri mama dengan tubuhku, paha kiri mama dengan paha kiriku, dan tangan kananku mulai saya aktifkan dari belakan leher mama untuk mengerayangi buah dada kanan mama, bibir mama dan bibirku membentuk satu ruang dan kedua lidah kami saling menggelitik, nafas mama makin memburu , saya makin kesurupan dan menyerang , akibat makin kerasnya remasan tangan kananku ditetek kanan mama dan jari telunjuk kiriku yang mengelitik klitoris mama yang mulai memanas dan mengeluarkan lendir membasahi vagina mama, akhirnya mama tersentak ” Hey… kamu ngapain Mama…ini gak boleh Ar… !!, “kata Mama kaget dan marah, jawabku sambil gemetar dan bernafsu campur aduk, ” saya tidak bisa tidur mam…, apalagi seranjang dengan mama yang lagi telanjang bulat” ” ohw.. begitu yach … mama terdiam agak lama lalu membalik membelakangiku , sambungnya “tetapi Jangan kasar gitu donk !!”
lalu Mama terdiam lagi…namun napasnya masih memburu dan bergetar , inilah kata-kata mama yang kurang saya mengerti , apakah perbuatan saya tadi dibenarkan tetapi nggak boleh kasar atau ??? apa yach…. Saya tidak berani lagi ngomong macam2.. dan jawabku singkat “Maaf Mama” sambil menatap punggung mama yang masih agak bergetar, entah beberapa lama kami terdiam berdua tiba2 Mama Membalik sambil berkata ..”kalau kamu pingin bercinta dengan mama harus lembut dan perlahan-lahan aja.. kan masih banyak waktu”, sambungnya lagi “Kamu Anak Nakal boleh peluk dan mencium Mama , pokoknya tubuh mama malam ini kuserahkan semuanya kepadamu kecuali yang satu ini, yaitu Yuniormu yang gede ini dilarang keras memasuki vaginanya mama”,
sambil mama memegang Yuniorku dan menarik dan menyapu kepermukaan vaginanya. ” tapi justru cuma yang satu ini milik mama yang paling nikmat ” selaku protes, dan mulai berani , “siapa yang bilang anak goblok ” , Mama mulai menindih tubuhku dan menciumku, Kubalas ciuman Mama , wow… sangat nikmat dibandingkan waktu saya mencium mama dalam keadaan tertidur, tetapi kali ini dengan sadar sesadarnya, justru mama memulai meransang, sambil melemparkan selimut kelantai, jadinya kami betul – betul telanjang bulat di udara kamar yang sejuk diatas ranjang .

Kami berciuman dan berpelukan telanjang bulat dengan Mama , sangat lembut dan perlahan-lahan, rupanya mama juga sangat menikmatinya, Napas Kami mulai memburu , terkadang Mama mengeram dan menggeliat apabila kusentuh dan kupelintir halus putting teteknya .. Auhh!!, jangan disitu Ar..!!, Mama nggak tahan… sayannngggg, keluh Mama panjang…, “tetapi enak kan Mom!!” Aiii!!!…Mama makin kesurupan..dan berupaya meraup Yuniorku..yang makin kaku dan membesar Maksimal…

Sewaktu Mama menggenggam Yuniorku ,Tubuh Mama kudorong menjadi terlentang dan dan kutindih dengan badanku ..Mulut Kami makin bersatu , kupeluk erat tubuh Mama yang mungil , dan Yuniorku kuarahkan ke Vagina Mama, tetapi Mama tetap menggenggam yuniorku, hanya menggosok-gosokan kepala yuniorku ke Mulut Vaginanya yang juga mulai berlendir. Terkadang Kepalanya sudah masuk setengah tetapi Mama , mengeluarkan nya lagi… Karena saya tidak tahan lagi perlakuan Mama seperti ini…Kutarik Tangan Mama yang menggenggam yuniorku agar terlepas..rupanya usahaku ini cukup berhasil dan dengan cepat kuselipkan kedalam Vagina Mama, Terasa Vaginanya sangat licin, menggesek dan berlendir serta berdenyut menjepit…Aowww…!!! Teriak Mama, Kugocok Vagina Mama dan mama mengimbanginya dengan goyangan pinggulnya yang tak karuan… tetapi baru 2-3 kali gocokan, tiba2 Mama dengan kekuatan penuh… menaikan bokongnya tinggi-tinggi dan menggessernya jauh kesamping akhirnya yuniorku terlepas dari vaginanya ..clukppp …”Aiii!!!…kenapa dikeluarin Mam…”, “Nggak… boleh sayang..”.

Tiba tiba Mama mulai bangun kemudian membawa selangkangnya ke wajahku persis mulut vaginanya berhadapan dengan mulutku , mama mulai menunduk dan meraih Yuniorku dan memasukan ke mulutnya dan melumutnya , terkadang Yuniorku digigitnya perlahan2 sambil bergantian dengan bibir yang lembut dan hangat, yang paling mengasikan kalau kepala Yuniorku digelitik dengan lidah mama, begitu juga klitoris mama , saya gelitik dengan ujung lidahku, terkadang mama hilang kontrol , mendengus menambah gocokan dan lilitan lidahnya di kepala Yuniorku, terkadang sangkin bernafsunya juga mama , tangannya ikut pula meramas biji pelirku… dan semuanya berlangsung saling kerja sama membantu masing masing mencapai puncak birahi yang membuat lupa segala-galanya bahwa berbuatan bersanggamah dengan ibu kandung yang orang katakan sangat tabu, tetapi justru sangat mengasikkankan dan jauh lebih nikmat dengan memek manapun….di dunia ini.

Mama makin gila mengocok Yuniorku, dan akhirnya , saya tak tahan lagi…cepat donk mama… masukkin kedalam Vagina mama.., aowww…cret…. cret.. sabar sayang…kata mama kesurupan mempermainkan air maniku sambil menggosokkannya di-kedua buah dadanya…

Mama juga tidak tahan sayang….,Tidak berapa lama kemudian mama berganti posisi, duduk persis diatas selangkangku persis posisi Yuniorku berhadapan langsung dengan vagina mama, mama menuntunnya dengan sangat gampang memasuki liang sanggamanya dan menjepitnya…wow…wow…. suatu kenikmatan yang sangat sulit dilukiskan dengan kata2, tidak ada lagi kenikmatan yang melebihi kenikmatan sewaktu Yuniorku dijepit dan dikocok oleh vagina mama, pinggul mama naik turun menyebabkan Yuniorku masuk makin kedalam dasar vagina mama,…, saya tidak ingin kenikmatan ini berlangsung cepat, saya turun dari pembaringan, menggendong mama sampil masih melekatkan Yuniorku kedalam vagina mama, kugoyang2 tubuh mama yang mungil, mama makin kesurupan…dan juga merasakan kenikmatan yang tiada tarnya…mata mama mulai terpejam… sambil berdengus ach–ach… mama tidak tahan lagi, minta diturunkan untuk mengakhiri permainan ini…” sayang… turunkan mama..tancapkan Yuniormu sayang lebih dalam..”, kubaringkan tubuh mama, kuperberat tekanan Yuniorku masuk ke vagina mama, mama menjepit makin kencang..vagina mama makin berdenyut2… dan akhirnya pelukan kami berdua makin kencang, mama seakan akan menggantung ditubuhku lekat dan sangat erat …cret–cret… dan rintihan kenikmatan mama bercampur aduk dangan geramanku… semuanya berakhir membawa kami berdua ke langit ketujuh…

Setelah ledakan kenikmatan birahi bersanggamah dengan mama yang menghamburkan air mani kami berdua tercecer kemana-mana membuat kami berpelukan lemas dan penuh kebahagian… dan akhirnya jam didinding hotel telah menunjukan pukul 03 pagi. yang akhirnya kami berdua tertidur kelelahan dalam keadaan telanjang bulat berpelukan bagai bayi yang baru lahir…

Keesokan harinya Mama dan Yuniorku keduluan terjaga… , Mama sambil memelukku ,menjepit hidungku sehingga saya sulit bernafas dan akhirnya saya juga terbangun…, Selamat Pagi Anak Nakal…sambut Mama sambil tersenyum manis…, tidak kusiasiakan Kesempatan ini , kutarik tubuh Mama persis menindih tubuhku, Kuraih wajah Mama dan kulemut bibirnya yang tipis…, Mama pun bereaksi menyambut ..malah dalam posisi tubuhnya menindih tubuhku… berusaha memasukan Yuniorku ke Vaginanya…

Nampaknya Napsu Birahi Mama makin menjadi jadi setelah bersanggama , tidur istirahat semalam .. kusambut kebinalan Mama dan tiba –tiba Mama menghentikan gerakannya sambil berkata.. Ar, Kamu belajar dari mana kurang ajar setubuhi Mama . sebelum saya menjawab , Mama mengencangkan otot Vaginanya..membuat yuniorku makin kelelap..“Kan Mama yang ajarin…” jawabku singkat sambil membalikan tubuh Mama menjadi tertelungkup.., kuangkat pinggul Mama sedikit meninggi dan kuarahkan yuniorku ke Vagina Mama dari belakang.. Kembali terdengar geraman Mama.. “Jangan gini Ar..oww!!, tetapi goyangan Maya justru mendukung dan menyambut .. Kugocok Vagina Mama dari belakang…agar tidak terepas kedua tanganku menggenggam pinggulnya..Mama makin menggelapar.., dan kocokanku makin kencang …, tubuh Mama terangkat menyebabkan buah dadanya bergelantungan bergoyang seirama tumbukan Yuniorku ke Vaginanya, tiba-tiba mama meraih kedua tanganku dan membawa ke gundukan buah dadanya…dan Mama mengeram histeris tetapi suaranya teredam karena Wajah mama dibenamkan dikasur..Dalam beberapa saat kemudian , kami berdua mengambil posisi duduk berhadapan..tepanya Mama duduk diatas selanggkangku..dengan Vaginanya masih tetap menjepit yuniorku…, Mama menaik-turunkan bokongnya sambil mendengus dan saya menjilat leher Mama sambil meremas kedua buah dadanya…. Dan akhirnya kami mengalami orgasme dalam posisi duduk ..

Kami duduk terdiam , berpelukan , saling menatap , mama tersenyum manis… , sambil kukecup bibir mama , kubaringkan tubuh Mama perlahan-lahan… dengan tidak melepas yuniorku didalam vagina Mama dan pelukanku… “ Mama..!!, ada satu permintaan Anakmu yang Nakal ini”, “apa sayang !!” sela mama, “ Saya sayang Mama dan saya sangat mencintai Mama, …Maukah Mama menjadi isteriku selama-lamanya??” Gila Kamu Ar.. Mana Ada Anak memperisteri Ibu Kandungnya” jawab Mama sambil tersenyum “, “tetapi kamu boleh setubuhi Mama kapan kamu mau, asalkan Ayahmu tidak tau” sambungnya..

Selama hamper sejam, kami berdua masih berbaring dan bercinta dengan keadaan telanjang bulat, saya berbaring terlentang sambil membelai rambut Mama yang acak2akan, Mama berbaring tertelungkup dengan kepala bersandar didadaku, wajahnya menengadah keatas sangat dekat dengan wajahku, sehingga nafas kami berdua saling menyatu, tangan kiriku membelai tubuh Mama yang mungil, sampai kepinggang , terkadang kuelus buluh pubis Mama yang halus dan pahanya yang sangat Mulus, Mamapun tidak henti2nya mengelus yuniorku, seakan akan tidak rela apabila benda yang bulat panjang ini yang telah membuatnya menjadi setan histeris akan mengkerut. Cerita kami kami berdua dipenuhi dengan kata-kata cinta birahi dan model atau gaya bersetubuh, dan akhirnya Mama meminta ”Gendong Mama ke Kamar Mandi Sayang”

Dikamar Mandi , tubuh kami berdua saling melekat terus …, Mama tidak pernah melepaskan ciumannya, sewaktu Mandipun kami bersetubuh berdiri, suatu kenikmatan tersendir yang mama belum pernah merasakannya yaitu Badan kami lumuri sabun cair sehingga sangat licin, Mama mencapai orgasme sewaktu saya menggendong dan menyetubuhinya sambil berdiri..tawa cekikan dan teriakan kenikmatan serta kebahagian birahi mama mengaun dikamar mandi. Dibak Mandi yang sempitpun Kami Mandi berdua melanjutkan babak berikut..dan akhirnya Mama pun orgasme kedua kalinya di Bak Mandi. Didalam air yang dipenuhi busa sabun dan birahi.

Sangking Gilanya Kami berdua, Kami keluar dari kamar mandi masih dalam keadaan telanjang bulat dan berpelukan, berciuman, kemudian saya duduk disopa, mama saya dudukan diatas selangkangku…, Yuniorku yang tak kunjung mengalah tetap berkubang di Vagina Mama.. sampai akhirnya Jam 11 lewat 30 menit..kami bersiap-siap check out dari hotel.

Sewaktu kami hendak mengambil kunci Mobil diresepsionis, Kami disapa “Selamat Siang , terima kasih atas kunjungannya dan semoga Bapak dan Ibu menikmati Kebahagian di Hotel Kami”, Mama hanya tersenyum dan berjalan menggantung di Bahuku menuju ke Mobil Kami yang telah disiapkan.
arin kelam cerita incest

Cerita Sex Sedarah - Ngentot Bertiga Sama Papa Mama

Malam ini sangat suntuk tidak ada kerjaan yang bisa aku kerjakan. Papa dan Mama dari dari jam 9 tadi sudah masuk kamar tidur. Aku yang sudah bosan ingin tidur juga dan jam diruang tamu menunjukan pukul 10 malam. Saat aku hendak menuju kamarku dan melintasi kamar papa dan mama aku mendengar suara khas orang sedang bersetubuh. Aku segera mengintip apa yang sedang terjadi kamar papa dan mama dari lubang kunci dikamar mereka. Terlihat papa sedang menyetubuhi mama dengan posisi mama dan dibawah.

Aku sangat terangsang melihat kejadian bersetubuh seperti dan malah aku juga sering melakukan hubungan intim dengan pacarku karena aku sudah kuliah di salah satu perguruan tinggi swata di kota Y. Tapi kali ini walau aku hanya melihat tapi aku sangat terangsang melihat adegan bersetubuh papa dan mamaku karena mama sangat terlihat sangat menggairahkan dan terlihat lebih mengusai keadaan daripada dengan papaku.

Aku segera melepaskan celanaku dan mulai mengocok penisku sambil tetap melihat adegan berhubungan badan papa dan mama yang semakin liar. Terlihat papa kalah dari mama dan mama memang terlihat sangat haus sex. Mereka tidak pernah mengganti posisi dala berhubungan intim mungkin dari dulu mereka melakukannya dalam posisi biasa itu saja.
Aku yang sudah tidak tahan ingin memuncratkan spermaku akhirnya sperma keluar juga bersamaan dengan kepuasaan yang papa dan mama peroleh. Baru kali ini aku sangat merasakan kenikmatan yang tiada tara walau hany dengan onani saja. Dalam benakku berfikir bagaimana rasanya bercinta dengan mamaku.

Ketika selesai aku masih duduk dipinggir pintu kamar papa dan mama sambil menikmati sisa-sisa kenikmatan onaniku. Belum sempat aku mau menaikan celanaku tiba-tiba pintu kamar terbuka.
"Eh agung apa yang kamu lakukan disini?" tanya mamaku saat membuka pintu. Nampaknya mama kaget aku duduk didepan kamar mama dan papa tanpa mengenakan pakaian dan saat itu banyak berceceran sperma dilantai yang tak lain adalah spermaku.
"Eh ma, enggak, enggak, gini, gini" aku tidak bisa berkata apa-apa saat mama bertanya sepert itu.
"Kamu mengintip mama dan papa berhubungan badan ya?" tanya mama dengan nada marah. Nampaknya ia tidak senang aku mengintip adegan percintaan mama dengan papa.
Aku belum sempat menjawab pertanyaan mama tiba-tiba papa ikut papa datang.
"Ada apa ma kok ribut-ribut malam-malam?"
"ini pa agung ngintip saat kita berhubungan badan tadi,"
"Ooo.."
"Kok Cuma o pa"
"Ya apa yang harus aku katakan selain itu?"
"Ya harusnya papa marahi agung karena itu perbuatannya tidak baik karena ini hanya boleh dilakukan oleh orang yang sudah menikah,"
"itulah kesalahan kebanyakan orang tua tidak mengjarkan masalah sex kepada anaknya sehingga bisa terjadi hubungan diluar nikah oleh mereka."
"Tapi kalau ini dilakukan maka dia pasti juga ingin merasakan apa yang mereka lihat pa?"
"itulah tugas kita mengajari agung jangan sampai melakukannya dengan orang lain sebelum dia menikah"
"trus sekarang gimana pa?"
"kita ajarakan kepada dia cara berhubungan badan dan cara memuaskan pasangan dan juga agar mereka tidak mengkhianati pasangan mereka."
"okelah kalau gitu pa"
"Agung ayo sekarang masuk kamar papa dan mama untuk mulai mendapatkan pelajaran tentang sex"
"Benar pa boleh?" ucapku kepada papa.
"Boleh ayo cepat masuk"
"Aku segera masuk setelah papa dan mama masuk kekamar terlebih dahulu. Dalam pikiranku sudah tidak sabar lagi untuk segera menyetubuhi mama walau mungkin mereka hanya akan mencontohkan saja tapi aku sudah mempunyai akal bagaiaman cara bisa menyetubuhi mamaku.

Ya sekarang agung papa dan mama akan memberi contoh kepada kamu tentang berhubungan intim yang benar. Benar dugaanku mereka hanya ingin memberi contoh saja dan tidak akan menturuhku untuk mempraktekannya. Beberapa jam mereka berseubuh akhirnya selesai sudah mereka mencotohnya cara berhubungan intim mereka kepada dan betul nampaknya selama ini mereka hanya melakukannya dengan gaya biasa saja.

Aku yang sudah tidak bisa menahan nafsu segera menjalankan ide gilaku.
"Pa, ma hanya itu saja?"
"trus kamu mau yang bagaimana?" tanya papa
"Kalau cuma begitu saja aku bisa melihatnya difilm, tapi Cuma seperti itu aku tidak tahu apakah aku bisa memuaskan pasanganku besuk jika sekarang tidak aku paraktekan"
"trus kamu maunya apa gung?"
"Ya aku ingin memratekan yang kaliyan contohkan,"
"trus dengan siapa gung sedangkan kamu blum menikah?"
"Ya dengan mama dunk pa kan papa dan mama yang mencontohkan dan aku adlah cowok sedangkan besuk aku harus memuaskan cewek jadi satu2nya cewek disini Cuma mama jadi mama harus mempraktekan dengan aku setelah menilai ku bagaiaman aku bisa memuaskan cewek atau tidak"
"Apa?????????? Mama tidak setuju! Itu perbuatan dosa melakukan hubungan sedarah"
"tapi benar juga yang dikatakan agung ma"
"tapi pa."
"sudahlah ma layani agung sekarang, lagian mamakan sangat haus sex dan papa sudah tidak bisa mengimbangi mama mungkin dengan adanya agung mama akan semakin terpuaskan"
"Ya udah lah kalau itu mau papa, mama akan puaskan agung. Ya udah agung hayo praktekan apa yang barusan kamu lihat

Aku mulai melakukan pemanasan kepada mama dan mama dan papa kaget karena aku sangat profesional dalam melakukan pemanasan termasuk saat aku menjilati vagina mama. Mama tdk pernah merrasakan hal itu sehingga dengan sangat terngsang untuk segera merasakn penisku yang lebih besar dari punya papa.
Aku mulai memasukan penis kedalam vagina mama dan memang benar vagina mama sangat enak walau sudah melahirkan satu anak tapi lebih enak dari pada punya pacarku. Dia sangat bisa memuaskan aku tapi aku juga tidak kalah dari mama sehingga mama sudah orgasme lebih dari lima kali.
"Oh agung kamu memang benar2 hebat! Mama mau keluar lagi sayang"
"Agung juga mau keluar ma, kita dapat sama2 ya ma?"
"Iya sayang tapi jangan dikeluarin didalam sayang nanti mama bisa hamil!"
"tapi papa tadi dimasukan didalam?"
Mama belum sempat menjawab pertanyaanku tetapi ayah yang menjawabnya, "Karena papa sudah mandul gung."
"aku kaget dan langsung memberhentikan gerakanku tapi mama tetap menggerakkan patatnya tapi dia tidak menyuruhku untuk tetap bergerak karena suasana saat itu menjadi tenang. Lama kelamaan mama juga berhenti dan orgasme yang kana datang tetunda.
"Apa itu benar pa?berarti selama ini aku tidak mempunyai adik bukan karena keadaan ekonomi kita?"
"ya bukanlah gung!!!!! Kalau ekonomi kita sangat baik bahkan kalau kita punya kesempatan punya anak 5 lagi juga masih cukup harta papa"
"memangya papa pengin anak segitu lagi?"
"enggak juga papa Cuma anak perempuan dari mama kamu. Tapi mungkin itu tidak akan terwujud dan mungkin hanya dari kamu papa berharap punya cucu perempuan saa kamu menikah nanti"
"kenapa harus menunggu nukah pa? kalau boleh aku mau menghamili mama. Kan tidak ada yang tahu kalau anak yang mama kandung nanti adalah anaku?" ucapku dan entah dari mana ide itu datang tetapi aku juga sangat takut jika papa marah dengan ucapanku tadi"
"Benar juga gung ucapanmu sekarang teruskan persetubuhan kaliyan dan hamili mamamu" ucap papa diluar dugaanku dan mungkin papa sedang tiak waras.
Tapi aku yang mendengarkan perkataan itu segera menggerakan peniske keluar masuk divagina mama lagi dan mama juga segera mengimbangi lagi. Mama tidak mau ambil pusing dengan perasaan apa yang ida ingin rasakan saat ini adalah mendapaatkan orgasme yang tertunda tadi bersama denganku.

Akhirnya kami berdua mendapatkan orgasme bersama dan malam itu kamar itu aku tiduri berdua dengan mamaku sedangkan papaku tidur dikamarku. Hubungan kami tidak berakhir disitu tapi setiap malam kami tetap melaksanakannya tetapi setelah mama memuaskan papa dulu sedangkan aku mendapatkan jatah yang kedua. Tidak apalah yang penting aku mendapatkan kepuasan yang tiada tara dari mama.

Satu bulan kami behubungan mama akhirnya hamil juga dan keluarga besaar kami sangan senang begitu juga dengan papa dan ia selalu bilang pokoknya anak sekaligus cucu dia itu harus perempuan. Setelah kehamilan mama papa lebih memberiku kesempatan untuk meyetubuhi mama.

Hari-hari yang ditunggu tuba akhirnya mama melahirkan bayi yang slema ini inginkan papa yaitu bayi perempuan yang sangat cantik seperti mama dan aku.Semua keluarga besarku sangat senang dan terutama dengan papaku. Setiap hari papa merawat bayi tersebut sedangkan yang ayahku justru tidak mengurusi dia sama sekli tetapi justru mengurusi ibunya atau mamaku. Aku terus melakukan hubungan badan dia mama dan papa tetap mengijinkan tetapi mama udah KB.

Sampai saat ini aku tetap melaksanakan hubungan ini.
arin kelam cerita sex sedarah

Cerita Sex Sedarah - Bercinta Dengan Ibu Tiri

Namaku Kemal, lahir di kota Tegal 25 tahun yang lalu. Aku menyelesiakan kuliah di fakultras kedokteran 3,5 tahun yang lalu, dilanjutkan dengan praktek asisten dokter (koas) selama setahun dan kemudian mengikuti ujian profesi dokter. Kini aku sudah resmi menyandang gelar dokter di depan namaku dan sebagai tahap terakhir, aku kini sedang mengikuti praktek di puskemas di daerah terpencil sebagai bentuk pengabdian sebelum mendapatkan izin praktek umum.
Aku dibesarkan di kota kelahiranku sampai SMU dan kemudian menjutkan kuliah di Jogja. Keluargaku sebenarnya bukan keluarga broken home, namun karena ayahku yang berpoligami jadi aku agak jarang berinteraksi dengan ayahku, lebih banyak dengan ibuku dan 2 orang adikku.
Seperti kebanyakan orang sukses di kotaku, Ayah adalah seorang pengusaha warung makan yang lebih dikenal dengan sebutan Warteg. Sejak aku SMP, ayahku sudah punya 2 warteg di kota asalku, 4 di Jakarta dan 2 gerai di Jogja. Berbekal kesuksesan itulah Ayah yang dulu hanya beristrikan ibuku, mulai buka cabang di Jakarta dan Jogja. Alasannya sederhana: butuh tempat singgah waktu memantau jalannya usaha. Pada awalnya, aku sebagai anak sulung, menjadi anaknya yang menentang poligami Ayah. Waktu itu aku masih duduk di bangku kelas 3 SMU dan Ayah pertama kalinya berpoligami dengan menikahi seorang gadis yang usianya hanya terpaut 10 tahun dariku. Namun justru ibuku yang mendamaikan perselisihanku dengan Ayah dengan alasan klasik yaitu Ayah sudah berjanji untuk tetap membiayai hidup kami dan sebagai jaminannya, 2 warteg di Tegal secara penuh menjadi milik Ibu.
Berbekal pendapatan dari usaha warteg itulah, aku bisa kuliah sampai menjadi dokter saat ini, dan tentu saja ibuku sangat bangga karena aku sebagai putra sulungnya berhasil mandiri dan menjadi contoh buat adik-adikku.
Lalu bagaimana dengan perselisihanku dengan Ayah? Wah, sejak Ibu sudah memaklumi Ayah, aku pun sudah tidak pernah mengungkitnya lagi. Hubunganku dengan Ayah, bahkan dengan dua isteri muda Ayah baik-baik saja. Bahkan Ayah menyempatkan diri hadir dalam wisudaku dulu.
Isteri kedua ayah, yang berarti ibu tiriku, bernama Nurlela, tinggal di sebuah perumahan di daerah Bintaro. Dari hasil pernikahan dengan Mama Lela (begitu Ayah menyuruhku memanggilnya), Ayah dikaruniai 2 orang anak. Setelah 5 tahun menikah dengan Nurlela, Ayah kemudian “buka cabang” lagi di Jogja, kali ini dengan seorang janda beranak satu, bernama Windarti, yang kupanggil dengan Mama Winda, usianya bahkan hanya terpaut 6 tahun denganku.
Sebagai seorang lelaki, aku harus jujur untuk mengacungkan jempol buat Ayah dalam memilih isteri muda. Kedua “gendukan”-nya, meskipun tidak terlalu cantik, namun punya kemiripan dalam hal body, yaitu “toge pasar”. Rupanya selera ayah mengikuti tren selera pria masa kini yang cenderung mencari “susu” yang montok dan goyangan pantat yang bahenol.
Dari dua ibu tiriku itu, tentu saja aku lebih akrab dengan Mama Winda, karena selama aku kuliah di Jogja, setiap akhir bulan aku menyempatkan bermalam di rumahnya yang juga lebih sering ditinggali Ayah. Maklum Mama Winda adalah isteri termuda, meskipun berstatus janda.
Bagiku sebenarnya sangat canggung memanggil Winda dengan sebutan Mama, jauh lebih cocok kalau aku memanggilnya Mbak Winda, karena usianya memang hanya lebih tua 6 tahun dariku. Wajahnya manis selayaknya orang Jogja, dan yang membuatku betah bermalam di rumahnya adalah “toge pasar” yang menjadi keunggulannya.
Suatu saat, ketika aku masih kuliah. Seperti biasa, pada akhir pekan di minggu terakhir, aku membawa sepeda motorku dari kost menuju rumah Ayah dan Mama Winda. Rupanya saat itu Ayah sedang “dinas” ke Jakarta, mengunjungi Mama Nurlela, sehingga hanya ada Mama Winda dan anaknya dari suami pertamanya yang berusia 5 tahun bernama Yoga. Seperti biasa pula, aku membawakan cokelat buat adik tiriku itu.
Saat datang, aku disambut oleh Yoga, sementara ibunya ternyata sedang mandi. Karena belum tahu kalau aku datang, Mama Winda keluar kamar mandi dengan santainya hanya berbalut handuk yang hanya “aspel” – asal tempel. Melihat kehadiranku di ruang tengah, sontak Mama Winda kaget dan salah tingkah.
“Eh... ada Mas Kemal..”, serunya sedikit menjerit dan melakukan gerakan yang salah sehingga handuknya melorot hingga perut sehingga payudaranya yang sebesar pepaya tumpah keluar.
“Glek..”, aku menelan ludah dan menatap nanar pada ibu tiriku yang bertoket brutal itu. Sayang sekali pemandangan indah itu hanya berlangsung sebentar karena Mama Winda segera berlari ke kamar.
Dadaku berdegup kencang, birahiku langsung naik ke ubun-ubun. Ingin rasanya aku ikut berlari mengejar Mama Winda ke kamarnya, menubruknya dan meremas buah dada pepayanya. Sayang aku belum berani melakukannya.
Aku hanya bisa “manyun” sambil bermain dengan adik tiriku sampai akhirnya sang ibu tiri keluar kamar. Tidak tangung-tanggung, dia membungkus tubuh montoknya yang baru saja kulihat toket brutalnya dengan pakaian muslim, lengkap dengan jilbabnya. Mama Winda sehari-harinya memang mengenakan jilbab. Birahiku langsung “watering down”... layu sebelum berkembang.
Sebagai pelampiasan, pada saat mandi aku menyempatkan diri untuk masturbasi, kebetulan ada tumpukan pakaian dalam kotor milik Mama Winda di dalam ember. Awalnya aku mengambil bra warna hitam dengan tulisan ukuran 36BB yang mulai memudar. ‘Pantas besar seperti pepaya’ pikirku membayangkan dua buah dada besar milik Mama Winda yang sempat kulihat beberapa waktu lalu.
Sambil membayangkan buah dada Mama Winda, aku mengambil celana dalam hitam Mama Winda dan menciuminya. Aroma khas vagina masih tertinggal di sana, mengantarkan masturbasiku dengan sabun mandi sampai akhirnya menyemprotkan sperma di dinding kamar mandi.
Sesudah mandi aku menonton TV bersama Mama Winda dan adik tiriku. Kami mengobrol akrab sampai sekitar jam 8 adik tiriku minta ditemani mamanya untuk tidur. Sebelum menemani anaknya tidur, Mama Winda masuk kamarnya untuk bertukar pakaian tidur baru kemudian masuk kamar anaknya.
Setelah anaknya tidur, Mama Winda keluar kamar dengan kostum tidurnya yang sama sekali berbeda dengan kostumnya tadi sore. Pakaian muslimnya yang tertutup berganti dengan gaun tidur warna putih yang meskipun tidak tipis tapi memperlihatkan bayangan lekuk tubuh montoknya, termasuk warna bra dan celana dalamnya yang berwarna ungu. Kontan birahiku langsung naik kembali.
“Wow... Mbak Winda cantik sekali”, pujiku tulus terhadap ibu tiriku yang memang tampak cantik dengan gaun tidur putih itu. Rambut panjangnya tergerai indah menghiasi wajah manisnya.
“Huss... kalau Bapakmu tahu, bisa dimarahin kamu, panggil Mbak segala”, serunya agak ketus namun tetap ramah.
“Bapak lagi ngelonin Mama Lela, mana mungkin dia marah”, pancingku.
“Ih, apa sih hebatnya si Lela itu? Aku belum pernah ketemu”, sergah Mama Winda. Nadanya mulai agak tinggi.
“Hmm... menurut saya sih... dan Bapak pernah cerita bahwa dia suka buah dada Mama Lela yang besar”, sadar pancinganku mengena, aku segera melanjutkannya. Padahal tentu saja aku berbohong kalau bapak pernah cerita, tapi kalau ukuran buah dada, mana kutahu dengan pasti. Yang kutahu buah dada Mama Lela memang besar.
“Oh ya?... “, benar saja, emosi Mama Winda semakin meninggi. Dadanya ditarik seakan ingin menunjukkan padaku bahwa buah dadanya juga besar.
“Bapak kalau di rumah Mama Lela suka lupa diri, pernah mereka ML di dapur, padahal waktu itu ada saya”, cerita bohongku berlanjut,”mereka asyik doggy style dan tidak sadar kalau saya melihat mereka”.
“Gila bener... pasti si Lela itu gatelan dan tidak tahu malu ya?”, sergah Mama Winda dengan emosi.
“Apanya yang gatelan Mbak?”, tanyaku.
“Ya memeknya.... “, karena emosi, Mama Winda sudah tidak peduli omongan jorok yang keluar dari mulutnya,”pasti sudah kendor tuh memeknya si Lela!”
“Kalau punya Mbak pasti masih rapet ya?”, tantangku.
“Pasti dong... saya kan baru punya anak satu”, kilahnya,”...dan saya kan sering senam kegel, Bapakmu gak akan kuat nahan sampai 5 menit, pasti KO”.
“Ya lawannya udah tua..., pasti Mbak menang KO terus”, aku terus menyerang sambil menghampiri Mama Winda sehingga kami duduk berdekatan.
“Maksudmu apa Kemal?”, Mama Winda mulai mengendus hasratku. Matanya membalas tatapan birahiku pada dirinya.
“Sekali-kali Mbak harus uji coba dengan anak muda doong”, jawabku enteng sambil tersenyum.
“Welehh... makin berani kamu ya?...”, tangannya menepis tanganku yang mulai mencoba menjamah lengannya.
“Enggak berani ya Mbak?”, tantangku semakin berani,”melawan anak muda?”.
“Gendeng kamu... aku ini kan ibu tirimu”, katanya berdalih.
“Ibu tiri yang cantik dan seksi”, puji dan rayuku.
“Gombal kamu”, serunya dengan wajah agak merah pertanda rayuanku mengena.
“Mbak Winda...”, aku terus berusaha,”coba bayangkan Bapak sedang ML sama Mama Lela sekarang dan sementara Mbak Winda ‘nganggur’ di sini”.
“Terus?...”, pancingnya.
“Ya... saya bisa memberikan sentuhan dan kepuasan yang lebih buat Mbak daripada yang diberikan Bapak...”, kataku persuatif.
“Kamu sudah gila Kemal”, ibu tiriku masih nyerocos, namun tangannya kini tidak menolak ketika kupegang dan kuarahkan ke penisku yang sudah mengeras.
“Mungkin saya memang gila Mbak, tapi Bapak lebih gila, mungkin dia sekarang sedang nyedot susunya Mama Lela yang besar... atau mungkin sedang jilat-jilat memeknya”, aku terus membakar Mama Winda.
“Huh... Bapakmu enggak pernah jilat memek, ngarang kamu..”, sergahnya.
“Oh ya?... tapi dia pernah cerita kalau di hobby sekali menjilat memek Mama Lela..”, aku terus berbohong sementara tanganku sudah aktif menarik rok Mama Winda ke atas sehingga kini pahanya yang montok dan putih sudah terlihat dan kubelai-belai.
“Kamu bohong...”, katanya pelan, suaranya sudah bercampur birahi.
“Ih... bener Mbak, Bapak suka cerita yang begitu pada saya sejak saya kuliah di kedokteran”, ceritaku.
“Awalnya Bapak ingin tahu apakah klitoris Mama Lela itu normal atau tidak, karena menurut Bapak, klitoris Mama Lela sebesar jari telunjuk”. Tanganku semakin jauh menjamah, sampai di selangkangannya yang ditutup celana dalam ungu. Mama Winda sedikitpun tidak memberi penolakan, bahkan matanya semakin sayu.
“Stop Kemal, jangan ceritakan lagi si Lela sialan itu...,” pintanya,”Kalau tentang aku, Bapakmu cerita apa?”
“Eh... maaf ya Mbak... kata Bapak, memek Mbak agak becek...”, kataku bohong,”Pernah Bapak bertanya pada saya apakah perlu dibawa ke dokter”.
“Sialan Bapakmu itu... waktu itu kan cuma keputihan biasa”, sergah Mama Winda. Bagian bahwa gaun tidur putihnya sudah tersingkap semua, memperlihatkan pahanya yang montok dan putih serta gundukan selangkangannya yang tertutup kain segitiga ungu. Sungguh pemandangan indah, terlebih beberapa helai pubis (jembut) yang menyeruak di pinggiran celana dalamnya.
“Hmm... coba saya cek ya Mbak...”, kataku sembari menurunkan wajah ke selangkangannya.
“Crup...”, kukecup mesra celana dalam ungu tepat di tengah gundukannya yang sudah tampak sedikit basah. Tersibak aroma khas vagina Mama Winda yang semakin membakar birahiku.
Dengan sedikit tergesa aku menyibak pinggiran celana dalam ungu itu sehingga terlihatlah bibir surgawi Mama Winda yang sudah basah... dikelilingi oleh pubis yang tumbuh agak liar.
“slrupp.... slrupp..”, tanpa menunggu lama aku sudah menjulurkan lidahku pada klitoris Mama Winda dan menjilatnya penuh nafsu.
Mama Winda menggelinjang dan meremas kepalaku,”Kamu...kamu bandel banget Kemal....okh... okh...”.
“Kenapa saya bandel Mbak... slruppp...”, tanyaku disela serangan oralku pada vagina Mama Winda.
“Okh...kamu... kamu menjilat memek ibu tirimu...Okhhh....edannn... kamu apakan itilku Kemal...??”, teriaknya ketika aku mengulum dan menyedot klitorisnya.
Kini 100% aku sudah menguasai Mama Winda. Wanita itu sudah pasrah padaku, bahkan dia membantuku melucuti celana dalamnya sehingga aku semakin mudah melakukan oral seks.
Sambil terus menjilat, aku memasukkan jari telunjukku ke liang vaginanya yang sudah terbuka dan basah.
“Oooohh.... edannn.... enak Kemal...”, jeritnya sambil menggelinjang, menikmati jariku yang mulai keluar masuk liang vaginanya.
Bahasa tubuh Mama Winda semakin menggila tatkala jari tengahku ikut ‘nimbrung’ masuk liang kenikmatannya bersama jari telunjuk. Maka tak sampai 5 menit, aku berhasil membuat ibu tiriku berteriak melepas orgasmenya.
“Okh..... edannn....aku puassss....okh.....”, tubuh Mama Winda melejat-lejat seirama pijatan dinding vaginanya pada dua jariku yang berada di dalamnya.
Setelah selesai menggapai orgasmenya, bahasa tubuh Mama Winda memberi sinyal padaku untuk dipeluk. Akupun memeluk dan mencium bibirnya dengan mesra. Dia membalas ciumanku dengan penuh semangat.
“Enak kan Mbak?”, tanyaku basa-basi.
“He’eh...”, dia mengangguk dan terus menciumiku.
“Tapi saya belum selesai periksanya lho Mbak...,” kataku manja.
“He3x... kamu benar-benar calon dokter yang bandel Kemal...,” dia terkekeh senang,”Kamu mau periksa apa lagi heh?”
“Periksa yang ini Mbak...”, kataku seraya meremas buah pepaya yang masih terbungkus gaun tidur dan bra.
“Ohh... iya tuh... sering nyeri Dok...”, candanya,”minta diremas-remas... he3x...”.
Sejenak kemudian Mama Winda sudah melucuti gaun tidurnya dan mempersilahkanku untuk membuka bra ungunya yang tampak tak sanggup menahan besar buah dadanya.

“Hmmm... slrupp... “, dengan penuh nafsu aku segera menciumi buah dada besar itu dan mengulum putingnya yang juga besar. Warna putingnya sudah gelap menghiasi buah dadanya yang masih lumayan kencang. ‘Pantas Bapak ketagihan’ pikirku sambil terus menikmati buah dada impianku itu.
“Kemal....”, panggil Mama Winda mesra,”Mana kontolmu?... ayo kasih lihat ibu tirimu ini, hi3x...”.
Aku segera menurut dan menanggalkan celana panjang dan sekaligus celana dalamku, memperlihatkan batang penisku yang dari tadi sudah mengeras dan mengacung ke atas.
“woww... lebih besar punya kamu Mal... daripada punya Bapakmu”, puji Mama Winda seraya menggenggam penisku. Sejenak kemudian ibu tiriku sudah mengemut penisku penuh nafsu.
“Weleh.... udah kedut-kedut kontolnya... minta memek ya?”candanya,” Sini... masuk memek Mama...”
Mama Winda mengangkang, membuka pahanya lebar-lebar di sofa tengah, membuka jalan penisku memasuki liang surgawinya yang sudah becek. Setelah penisku melakukan penetrasi, kedua kakinya dirapatkan dan diangkat sehingga liang vaginanya terasa sempit, membuat penisku semakin ‘betah’ keluar masuk.
Seperti promosinya di awal, Mama Winda mengerahkan kemampuannya melakukan kontraksi dinding vagina (kegel) sehingga penisku terasa terjepit dan terhisap, namun seperti sudah kuduga, aku bukan tipe yang mudah dikalahkan. Aku bahkan balik menyerang dengan mengusap dan memijit klitorisnya sambil terus memompa vaginanya.
“Okh... kamu sudah ahli ya Kemal?.... kamu sering ngentot ya...?”, Mama Winda mulai mengelinjang-gelinjang lagi, menikmati permainan penis dan pijatan pada klitorisnya. Semakin lama aku rasakan dinding-dinding vaginanya semakin mengeras pertanda dia sudah dengan dekat orgasme keduanya. Aku semakin mempercepat kocokan penisku pada vaginanya, berupaya meraih orgasme bersamaan.
“Mbak... saya semprot di dalam ya?..” tanyaku basa-basi.
“Semprot Kemal...okh... semprot aja yang banyak...okh....” Mama Winda terus mendesah-desah, wajahnya semakin mesum. Akhirnya dia kembali berteriak.
“Okhhh..... ayo.... okh.... semprot Kemal... semprot memek Mama....”, jeritan jorok, wajah mesumnya dan sedotan vaginanya membuatku juga tidak tahan lagi.
“Yesss.....yess....”, akupun menjerit kecil menikmati orgasmeku dengan semprotan mani yang menurutku cukup banyak ke dalam rahim Mama Winda, ibu tiriku.
Orgasme yang spektakuler itu berlangsung hampir menit dan disudahi lagi dengan pelukan dan ciuman mesra.
“Terima kasih Kemal...,” katanya mesra,”Enak banget, hi3x....”
“Sama-sama Mbak, nanti saya kasih obat anti hamil...”, jawabku sambil melihat lelehan maniku di vaginanya.
“Hi3x... enggak apa lagi... tapi peju kami memang banyak banget nihhh...hi3x...” Mama Winda terkekeh girang melihat lelehan mani putihku di vaginanya.
“Kapan-kapan pakai kondom ya.... mahasiswa kedokteran kok enggak siap kondom, hi3x....” candanya.
“Yaa... saya kan alim Mbak... he3x...”
“Ha3x.... bohong banget, kamu jago gitu... pasti udah sering ngentot ya?...”, tanyanya penuh keingintahuan.
“Pernah sih sekali dua kali... waktu main di Jakarta...” kataku jujur sambil mengingat PSK di panti pijat yang pernah kudatangi di Jakarta.
“Jakarta?... heeee.... jangan2x... kamu.... main sama Lela sialan itu, iya???” sorot matanya berubah, agak emosi,”pantes kamu cerita buah dada Lela besar, klitorisnya juga besar... jangan2x kamu sudah main sama Lela juga ya?....”
“Enggak Mbak.... bukan sama Mama Lela... sumpah!” seruku berkilah.
“Awas kamu kalau main sama Lela...” serunya dengan nada cemburu. Wajahnya yang mesum tampak manja.
“Saya janji tidak akan main sama Mama Lela kalau Mbak rutin kasih jatah saya...he3x....”, pintaku manja.
Mama Winda memeluk dan menciumku mesra,”Baik... kalau Bapak enggak ada, aku SMS aku ya....”
“Siip... saya bawa kondom deh...he3x....” kataku girang.
Kami bermesraan sampai akhirnya “on” kembali dan melanjutkan satu ronde pertempuran sebelum pergi tidur. Itu adalah pengalaman pertamaku dengan ibu tiriku, dan tentu saja bukan yang terakhir. Setiap ada waktu, Mama Winda dengan semangat mengirim SMS dan aku segera datang memenuhi hasrat binal ibu tiriku. Bahkan saking ‘ngebetnya’, pernah Mama Winda mengajak aku bertemu di luar rumah karena ada Bapak di rumah. Bagaimana kisahnya? Nantikan edisi berikutnya. Petualanganku juga tak berhenti pada Mama Winda, karena aku masih punya satu ibu tiri di Jakarta, Mama Lela, yang juga tak kalah montok dengan Mama Winda.
arin kelam cerita sex sedarah

Cerita Sex - Dalam Diam Kami Bercinta

Sejak aku divonnis dokter kandungan, tak bolehmemiliki anak lagi, hatiku sangat sedih. Rupanya, Tuhan hanya menitipkan seoang anak saja yang kulahirkan. Rahimku, hanya boleh melahirkan seoang anak laki-laki di rahimku.
Setelah aku sehat dan kembali dari rumah sakit membawa bayiku, dan bayiku berusia 1 tahun, dengan
lemmbut suamiku meminta izin untuk menikah lagi. Alasannya, baginya seorang anak tak mungkin. Dia harus memiliki anak yang lain, laki-laki dan perempuan. Dengan sedih, aku "terpaksa" merelakan suamiku untuk menikah lagi. Parakanku sudah tdiangkat, demi keselamatanku dan kesehatanku.

Sejakl pernikahannya, dia jarang pulang ke rumah. Paling sekali dalam seminggu. Kini setelah usia anakku 15 tahun, suamiku justru tak pernh pulang ke rumah lagi. Dia telah memiliki 4 orang anak, tepatnya dua pasang dari isteri mudanya dan dua anak lagi dari isterinya yang ketiga. Aku harus puas, memiliki tiga buah toko yang serahkan atas namaku serta sebuah mobil dan sebuah taksi selain sedikit deposito yang terus kutabung unutk biaya kuliah anakku Irvan nanti.

Irvan sendiri sudah tak perduli pada ayahnya. Malah, kalau ayahnya pulang, kelihatan Irvan tak bersahabat dengannya. Aku tak bisa berbuat apa-apa. Semoga saja Irvan tidak berdosa pada ayahnya. Setiap malam Aku selalu mengeloni Irvan agar tubuhku tak kedinginan disiram oleh suasana dingin AC 2 PK di kamar tidurku. Irvan juga kalau kedinginan, justru merapatkan tubuhnya ke tubuhku. Irvan memang anak yang manja dan aku menyenanginya.

Sudah menjadi kebiasaanku, kalau aku tidur hanya memakai daster mini tanpa sehelai kain pun di balik daster miniku. Aku menikmati tidurku dengan udara dinginnya AC dan timpa selmut tebal yang lebar. NIkmat sekali rasanya tidur memeluk anak semata wayangku, Irvan. Kusalurkan belai kasih sayangku padany. Hanya padanya yang aku sayangi.

Sudah beberapa kali aku merasakan, buah dadanya diisap-isap oleh Irvan. Aku mengelus-elus kepala Irvan dengan kelembutan dan kasih sayang. Tapi kali ini, tidak seperti biasanya. Hisapan pda pentil teteku, terasa demikian indahnya. Terlebih sebelah tangan Irvan mengelus-elus bulu vaginaku. Oh... indah sekali. Aku membiarkannya. Toh dia anakku juga. Biarlah, agar tidurnya membuahkan mimpi yang indah.

Saat aku mencabut pentil tetekku dari mulut Irvan, dia mendesah.
"Mamaaaaa..."
Kuganti memasukkan pentil tetekku yang lain ke dalam mulutnya. Selalu begitu, sampai akhirnya mulutnya terlepas dari tetekku dan aku menyelimutinya dan kami tertidur pulas. Malam ini, aku justru sangat bernafsu. Aku ingin disetubuhi. Ah... Mampukah Irvan menyetubuhiku. Usianya baru 15 tahun. Masih SMP. Mampukah. Pertanyaan itu selalu bergulat dalam bathinku.

Keesokan paginya, saat Irvan pergi ke sekolah, aku membongkar lemari yang sudah lama tak kurapikan. Di lemari pakaiaIrvan di kamarnya (walaudia tak pernah meniduri kamarnya itu) aku melihat beberapa keping CD. Saat aku putar, ternyata semua nya film-film porno dengan berbagai posisi. Dadaku gemuruh. Apaah anakku sudah mengerti seks? Apakah dia sudah mencobanya dengan perempuan lain? Atau dengan pelacur kah? Haruskah aku menanyakan ini pada anakku? Apakah jiwanya tidak terganggu, kalau aku mempertanyakannya? Dalam aku berpikir, kusimpulkan, sebaiknya kubiarkan dulu dan aku akan menyelidikinya dengan sebaik mungkin dengan setertutupmungkin.

Seusai Irvan mengerjakan PR-nya (Diseekolah Irvan memang anak pintar), dia meniki tempat tidur dan memasuki selimutku. Dia cium pipi kiri dan pipi kananku sembari membisikkan: Selamat malam... mama..." Biasanya aku menjawabnya dengan:"Selamat malam sayag..." Tapi kalau aku sudah tertidur, biasanyaaku tak menjawabnya.Dadaku gemuruh, apaah malam ini aku mempertanyakan CD porno itu. Akhirnya aku membiarkan saja. Dan...

Aku kembali merasakan buah dadaku dikeluarkan dari balik dasterku yang mini dan tipis. Irvan mengisapnya perlahan-lahan. Ah... kembali aku bernafsu. Terlebih kembali sebelah tangannya mengelus-elus bulu vaginaku. Sebuah jari-jarinya mulai mengelus klentitku. AKu merasakan kenikmatan. Kali ini, aku yakin Irvan tidak tidur. Aku merasakan dari nafasnya yang memburu. Aku diam saja. Sampai jarinya memasuki lubang vaginaku dan mempermainkan jarinya di sana. Ingin rasanya aku mendesah, tapi...

Aku tahu, Irvan menurunkan celananya, sampai bagian bawah tubuhnya sudah bertelanjang. Dengan sebelah kakinya, dia mengangkangkan kedua kakiku. Dan.... Irvan menaiki tubuhku denngan perlahan. Aku merasakan penisnya mengeras. Berkali-kali dia menusukkan penis itu ke dalam vaginaku. Irvan ternyata tidak mengetahui, dimana lubang vagina. Brkali-kali gagal. Aku kasihan padanya, karena hampir saja dia putus asa. Tanpa sadar, aku mengangkangkankedua kakiu lebih lebar. Saat penisnya menusuk bagian atas vaginaku, aku mengangkat pantatku dan perlahan penis itu memasuki ruang vaginaku. Irvan menekannya. Vaginaku yang sudah basah, langsung menelan penisnya. Nampaknya Irvan belum mampu mengatasi keseimbangan dirinya. Dia langsung menggenjotku dan mengisapi tetekku. Lalu crooot...croot...croooootttt, sprmanya menyemprot di dalam vaginaku. Tubuhnya mengejang dan melemas beberapa saat kemudian. Perlahan Irvan menuruni tubuhku. Aku belum sampai... tapi aku tak mungkin berbuat apa-apa.

Besok malamna, hal itu terjadi lagi. Terjadi lagi dan terjadi lagi. Setidaknya tiga kali dalam semingu. Irvan pun menjadi laki-laki yang dewasa. Tak sedikit pun kami menyinggung kejadian malam-malam itu. Kami hanya berbicara tentang hal-hal lain saja. Sampai suatu sore, aku benar-benar bernafsu sekali. Ingin sekali disetubuhi. Saat berpapasan dengan Irvan aku mengelus penisnya dari luar celananya. Irvan membalas meremas pantatku. Aku secepatnyake kamar dan membuka semua pakaianku, lalu merebahkan dri di atas tempat di tutupi selimut. Akuberharap, Irvan memasuki kamar tidurku. Belum sempat usai aku berharap, Irvan sudeah memasuki kamar tidurku. Di naik ke kamar tidurku dan menyingkap selimutku. Melihat aku tertidur dengan telanjang bulat, Irvan langsung melepas semuapakaiannya. Sampai bugil. Bibirku dan tetekku sasaran utamanya. AKu mengelus-elus kepalanya dan tubuhnya. Sampai akhirnya aku menyeret tubuhnya menaiki tubuhku. KUkangkangkan kedua kakiku dan menuntun penisnya menembus vaginaku. Nafsuku yangsudah memuncak, membuat kedua kakiku melingkar pada pinggangnya. Mulutnya masih rakus mengisapi dan menggigit kecil pentil tetekku. Sampai akhirnya, kami sama-sama menikmatinya dan melepas kenikmatan kami bersama. Seusai itu, kami sama-sama minum susu panas dan bercerita tentang hal-hal lain, seakan apa yang baru kami lakukan, buka sebuah peristiwa.

Malamnya, seisai Irvan mengerjakan PR-nya dia mendatangiku yang lagi baca majalah wanita di sofa. Tatapan matanya, kumengerti apa maunya. Walau sore tadi kami baru saja melakukannya. Kutuntun dia duduk di lantai menghadapku. Setelah dia duduk,aku membuka dasterku dan mengarahkan wajahnya ke vaginaku. AKu berharap Irvan tau apa yang harus dia lakukan, setelah belajar dari CD pornonya. Benar saja, lidah Irvan sudah bermain di vaginaku. Aku terus membaca majalah, seperti tak terjadi apa-apa. AKu merasa nikmatr sekali. Lidahnya terus menyedot-nyedot klentitku dan kedua tangannya mengelus-elus pinggangku. Sampa akhirnya aku menjepit kepalanya, karean aku akan orgasme. Irvan menghentikan jilatannya Dan aku melepaskan nikmatku. Kemudia kedua kakiku kembali merenggang. AKu merasakan Irvan menjilati basahnya vaginaku. Setelah puas, Irvan bangkir. Aku turun ke lantai. Kini irvan yang membuka celananya dan menarik kepalaku agar mulutku merapat ke penisnya. Penis yang keras itu kujilati dengandiam. Irvan menyandarkan kepalanya ke sandaran sofa. Kepalaku ditangkapnya dan dileus-elusnya. Aku terus menjilatinya dan terus melahap penisnya, sampai spermanya memenuhi mulutku. Sampai akhirnyanormal kembali dan kami duduk bersisian menyaksikan film lepas di TV. Seusai nonton film, aku mengajaknya untuk tidur, karean besok dia harus sekolah, dan aku harus memeriksa pembukuan toko.
"yuk tidur sayang," kataku.Irvan bangkit dan menggamit tanganku, lalu kami tertidur pulas sampai pagi.

Siang itu, aku mendengar Irvan pulang sekolah dan diaminta makan. Kami sama-sama makan siang di meja makan. Usai makan siang, kami sama-sama mengangkat piring kotor dan sama-sama mencucinya di dapur. Irvan menceritakan guru baruya yang sangat disiplin dan terasa agak kejam. Aku mendengarkan semua keluhan dan cerita anakku. Itu kebiasaanku, sampai akhirnya aku harusmengetahui siap Irvan. Aku juga mulai menanyakan siapa pacarnya dan pernah pergi ke tempat pelacuran atau tidak. Sebenarnya aku tahu Irvan tidak pernah pacaran dan tidak pernah kepelacuran dari diary-nya. Kami sama-sama menyusun piring dan melap piring sampai ke ring ke rak-nya, sembari kami terusbercerita.
"Ma...besok Irvan diajak teman mendaki gunung...boleh engak, Ma?" tanya Irvan meminta izinku sembari tangannya memasuku bagian atas dasterku dan mengelus tetekku.
"Nanti kalau sudah SMA saja ya sayang..." kataku sembari mengelus penis Irvan.
"Berarti tahun depan dong, Ma," katanya sembari mengjilati leherku.
"Oh... iya sayang... Tahun depan" kataku pula sembari membelai penisnya dan melepas kancing celana biru sekolahnya dan melepas semua pakaiannya sampai Irvan telanjang bulat.
"Kalau mama bilang gak boleh ya udah. Irvan gak ikut," katanya sembari melepaskan pula kancing dasterku sampai aku telanjang bulat.
Ya.. kami terus bercerita tenag sekolah Irvan dan kami sudah bertelanjangbulat bersama.
"Sesekali kita wisata ke puncak yuk ma..." kata Irvan sembari menjilati leherku dan mengelus tetekku. Aku duduk di kursi kaman dan Irvan berdiri di belakangku. Uh... anakku sudah benar-benar dewasa. Dia ingin sekali bermesraan dan sangat riomantis.
"Kapan Irvan maunyake puncak?" kataku sembari menkmatijilatannya. Aku pun mulai menuntunnya agar beradadi hadapanku.

Irvan kubimbing untuk naik ke atas tubuhku. Kedua kakinya mengangkangi tubuhku dan bertumpu pada kursi. Panttanya sudah berada di atas kedua pahaku dan aku memeluknya. Kuarahkan murnya untuk mengisap pentil tetekku.
"Bagaimana kalau malam ini saja kita ke puncak sayang. Besok libur dan lusa sudah minggu. Kita di pucak dua malam," kataku sembari mengelus-elus rambutnya.
"Setuju ma. Kita bawa dua buah selimut ma," katanya mengganti isapan \nya dari tetekku yang satu ke tetekku yang lain.
"Kenapa harus dua sayang. Satu saja.." kataku yang merasakan tusukan penisnya yang mengeras di pangkal perutku.
"Selimutnya kita satukan biar semakin tebal, biar hangat ma. Dua selimut kita lapis dua," katanya. Dia mendongakkan wajahnya dan memejamkan matanya, meminta agar lidahku memasuki mulutnya. Aku membernya. Sluuupp... lidahku langsung diisapnya dengan lembut dan sebelah tangannya mengelus tetekku.
Tiba-tiba Irvan berdiri dan amengarahkan penisnya ke mulutku. Aku menyambutnya. Saat penis itu berada dalam mulutku dan aku mulai menjilatinya dalam mata terpejam Irvan mengatakan:"Rasanya kita langsung saja pergi ya ma. Sampai dipuncak belum sore. Kita boleh jalan-jalan ke gunung yang dekat villa itu," katanya.

Aku mengerti maksudenya, agar aku cepat menyelesaikan keinginannya dan kami segera berangkat. Cepat aku menjilati penisnya dan Irvan Meremas-remas rambutku dengan lembut. Sampai akhirnya, Irvan menekan kuat-kuat penisnya ke dalam mulutku dan meremas rambutku juga. Pada tekak mulutku, aku merasakan hangatnya semprotan sperma Irvan beberapa kali. Kemudian di dudk kembali ke pangkuanku. Di ciumnya pipiku kiri-kanan dan mengecup keningku. Uh... dewasanya Irvan. Au membalas mengecup keningnya dengan lembut.

Irvan turun dari kursi, lalu memakaikan dasterku dan dia pergi ke kamar mandi. Aku kekamar menyiapkan sesuatu yang harus kami bawa. Aku tak lupamembawa dua buah selimut dan pakaian yang mampu mebnghangatkan tubuhku. Semua siap. Mobil meluncur ke puncak, mengikuti liuknya jalan aspal yang hitam menembus kabut yang dingin. Kami tiba pukul 15.00. Setelah check in, kami langsung makan di restoran di tepi saw2ah dan memesan ikan mas goreng serta lapannya. Kami makan dengan lahap sekali. Dari sana kami menjalani jalan setapak menaik ke lereng bukit. Dari sana, aku melihat sebuah mobilo biru tua, Toyota Land Cruiser melintas jalan menuju villa yang tak jauh dari villa kami. Mobil suamiku, ayahnya Irvan. Pasti dia dengan isteri mudanya atau dengan pelacur muda, bisik hatiku. Cepat kutarik Irvan agar dia tak melihat ayahnya. Aku terlambat, Irvan terlebih daulu melihat mobil yang dia kenal itu. Irvan meludah dan menyumpahi ayahnya:"Biadab !!!" Begitu bencinya dia pada ayahnya. Aku hanya memeluknya dan mengelus-elus kepalanya. Kami meneruskan perjalanan. Aku tak mau suasana istirahat ini membuatnya jadi tak indah.

Sebuah bangku terbuat dari bata yang disemen. Kami duduk berdampingan diatasnya menatap jauh ke bawah sana, ke hamparan sawah yang baru ditanami. Indah sekali.
Irvan merebahkan kepalanya ke dadaku. AKu tahu galau hatinya. Kuelus kepalanya dan kubelai belai.
"Tak boleh menyalahkan siapapun dalam hiduap ini. Kita harus menikmati hidup kita dengan tenanag dan damai serta tulus," kata kumengecup bibirnya. Angin mulai berhembus sepoi-sepoi dan kabut sesekali menampar-nampar wajah kami. Irvan mulaui meremas tetekku, walau masih ditutupi oleh pakaianku dan bra.
"Iya. Kita harus hidup bahagia. Bahagia hanya untuk milik kita saja," katanya lalu mencium leherku.
"Kamu lihat petani itu? Mereka sangat bahagia meniti hidupnya," kataku sembari mengelus-elus oenisnya dari balik celananya. Irvan berdiri, lalu menuntunku beridir. Akua mengikutinya. Dia mengelus-elus pantatku dengan lembut.
"Lumpur-lumpur itu pasti lembut sekali, Ma," katanya terus mengelus pantatku. Pasti Irvan terobsesi dengan anal seks, pikirku. Aku harus memberinya agar dia senang dan bahagia serta tak lari kemana-mana apalagi ke pelacur. Dia tak boleh mendapatkannya dari perempuan jalang.
Kami mulai menuruni bukit setelah mobil Toyota biru itu hilang, mungkin ke dalam garasi villa. Irvan tetapmemeluk pinggangku dan kami memesan duabotol teh. Kami meminumnya di tepi warung.
"Wah... anaknyanya ganteng sekali bu. Manja lagi," kata pemilik warung. Aku tersenyum dan Irvanpun tak melepaskan pelukannya. Sifatnya memang manja sekali.
"Senang ya bu, punya anak ganteng," kata pemilik warung itu lagi. Kembali aku tersenyum dan orang-orang yang berada di warung itu kelihatan iri melihat kemesraanku dengan anakku. Mereka pasti tidak tau apa yang sedang kami rasakan. Keindahan yang bagaimana. Mereka tak tahu.

Setelah membayar, kami menuruni bukit dan kembali ke villa. Angin semakin kencang sore menjelang mahgrib itu. Kami memesan dua gelas kopi susu panas dan membawanya ke dalam kamar. Setelah mengunci kamar, aku melapaskan semua pakaianku. Bukankah tadi Irvan mengelus-elus pantatku? BUkankah dia ingin anal seks? Setelah aku bertelanjang bulat, aku mendekati Irvan dan melepaskan semua pakaiannya. Kulumasi penisnya pakai lotion. Aku melumasi pula duburku dengan lotion. Di lantai aku menunggingkan tubuhku. Irvan mendatangiku. Kutuntun penisnya yang begitu cepat mengeras menusuk lubang duburku. Aku pernah merasakan ini sekali dalam hidupku ketika aku baru menikah. Sakit sekali rasanya. Dari temanku aku mengetahui, kalau mau main dri dubur, harusmemakai pelumas, katanya. Kini aku ingin praktekkan pada Irvan

Irvan mengarahkan ujung penisnya ke duburku. Kedua lututnya, tempatnya bertumpu. Perlahan...perlahan dan perlahan... Aku merasakan tusukan itu dengan perlahan. Ah... Irvan, kau begitu mampu memberikaapa yang aku inginkan, bisik hatiku sendiri. Setiap kali aku merasa kesat, aku denga tanganku menambahi lumasan lotion ke batangnya. Aku merasakan penis itu keluar-masukdalam duburku. Kuarahkan sebelah tangan Irvan untuk mengelus-elus klentitku. Waw... nimat sekali. Di satu sisi klentitku nikat disapu-sapu dan di sisi lain, duburku dilintasi oleh penis yang keluar masuk sangat teratur. Tak ada suara apa pun yang terdengar. Sunyi sepi dan diam. Hanya ada desau angin, desah nafas yang meburu dan sesekali ada suara burung kecil berkicau di luar sna, menuju sarangnya.

Tubuh Irvan sudah menempel di punggungku. Sebelah tangannya mengelus-elus klentitku dan sebelah lagi meremas tetekku. Lidahnya menjilati tengkukku dan dan leherku bergantian. Aku sangat beruntung mememiliki anak seperti Irvan. Dia laku-laki perkasa dan penuh kelembutan. Tapi... kenapa kali ini dia begitu buas dan demikian binal? Tapi... Aku semakin menikmati kebuasan Irvan anak kandungku sendiri. Buasnya Irvan, adalah buas yang sangat santun dan penuh kasih.

Aku sudah tak mampu membendung nikmatku. AKu menjepit tangan Irvan yang masih mengelus klentitku jugamenjepit penisnyadengan duburku. Irvan mendesah-desah...
"Oh... oh....oooooohh..."
Irvan menggigit bahuku dan mempermainkan lidahnya di sela-sela gigitannya. Dan remasan pada tetekku terasa begitu nikmat sekali. Ooooooooooohhhh... desahnya dan aku pun menjerit..
Akhhhhhhhhhhhh......... Lalu aku menelungkup di lantai karpet tak mampu lagi kedua lututku untuk bertumpu.
Penis Irvan mengecil dan meluncur cepat keluar dari duburku. Irvan cepat membalikkan tubuhku. Langsung aku diselimutinya dan diamasuk ke dalam selimut, sembari mengecupi leherku dan pipiku. Kami terdiam, sampai desah nafas kami normal.

Irvan menuntunku duduk dan membimbingku duduk di kursi, lalu melilit tubuhku dengan selimut hotel yang tersedia di atas tempat tidur. Dia mendekatkan kopi susu ke mulutku. Aku meneguknya. Kudengar dia mencuci penisnya, lalu kembali mendekat padaku. Dia kecul pipiku dan mengatakan:"Malam ini kita makan apa, Ma?"
"Terserah Irvan saja sayang."
"Setelah makan kita kemana, Ma?" dia membelai pipiku dan mengecupnya lagi.
"Terserah Irvan saja sayang. Hari ini, adalah harinya Irvan. Mama ngikut saja apa maunya anak mama," kataku lembut.
"OK, Ma. Hari ini haerinya Irvan. Besok sampai minggu, harinya mama. Malam ini kita di kamar saja. Aku tak mau ketemu dengan orang yang naik Toyota Biru itu," katanya geram. Nampaknya penuh dendam. Aku menghela nafas.
Usai makan malam, kami kembali ke kamar dan langsung tidur di bawah dua selimut yang hangat dan berpelukan. Kami tidur sampai pukul 09.00 pagi baru terbangun.
arin kelam cerita incest

Cerita Sex Sedarah - Ngentot ibu Kandung

aku akan menceritakan kisah yang tak pernah gua lupain seumur hidup dimana saat aku 14 tahun aku sudah merasakan bagaimana enak nya surga duniawi dengan ibu kandungku sendiri.

   nama aku adalah EVAN SETIAWAN (nama samaran) umurku 14 tahun aku tinggal di kota THE JAKMANIA (jakarta), aku memiliki kelamin sepanjang 13 cm. dan ibuku namanya NUNI NURDIYANTI (nama samaran) ibuku berumur 37 tahun memiliki pantat yang bohai , memiliki payudara yang  besar dengan ukuran 36 B. ibuku jika sedang memakai BH akan terlihat besar payudaranya karna di topang oleh CUP BH nya sedangkan jika sedang tidak memakai BH akan terlihat menjadi turun menjadi panjang ke bawah. ibuku hobi memakai baju duster.
kami hanya tinggal bertiga aku, ibuku dan adikku . ibuku sudah bercerai dengan ayahku. adiku sekolah full day swasta pukul 7 pagi sampai pukul 5 sore.

   kisah ini berawal saat di hari sabtu yang indah , pagi itu adiku sudah pergi ke sekolah sedangkan ku belum siap2 tuk berangkat ke sekolah karna masuk sekolah memang jam 8. ibuku juga belum bersiap apapun untuk pergi kerja ke kantor. adikku pergi dan aku tinggal berdua bersama ibuku di rumah yang minimalis. ibuku sedang melakukan senam pagi di belakang rumah tempat jemuran aku melihat dari kaca dapur rumahku dan saat ibu ku melakukan senam hanya dengan menggunakan duster coklat bekas tidurnya. saat ibuku senam dengan melakukan membungkukkan badan sangat jelas payudaranya terlihat tanpa di balut dengan BH.
sekitar 29 menit kemudian ibuku sudah bersiap untuk pergi ke kantor , ibuku berpakaian seksi karna memang ibuku bekerja sebagai SPG di salah satu merk mobil.
  ibuku menggunakan rok mini putih dan sangat jelas terbentuk celana dalam G-STRING NYA yang berwarna merah, ibuku memakai baju jas yang sering dipakai guru berwarna putih dengan di padukan di dalamnya dengan menggunakan tanktop merah.
lalu ada telepon rumah berbunyi dan ibuku mengangkatnya dulu, ibuku berbincang dulu dengan orang yang ada di telepon. ada niat iseng ku untuk mengocok kelamin ku dan memuncratkan nya di rok ibuku.
ibuku membelakangi ku dan aku mulai mengocok dan akhirnya semua sperma ku muncrat di rok mini nya dan sangat banyak juga keluarnya.
sekitar 5 menit ibuku berbincang bincang , ibuku pergi ke tempat kerjanya.
aku pun pergi ke sekolah......
   pukul 13.00 wib aku pulang sekolah dan hanya sendiri di rumah karna ibuku memang belum pulang lalu aku iseng masuk ke kamar ibuku dan membuka lemarinya. aku melihat banyak baju seksi yang sering di pakai SPG dan juga BINTANG PORNO jepang. sangat mengiurkan sekali.
lalu aku melihat duster ibuku di gantung di lemari dan aku berniat menggunting tali penyangga untuk bahu. aku memotong nya dan hanya menyisakan sedikit 1 tali agar tidak curiga.
   ibuku pulang kerumah dengan menggunakan tanktop dan rok mini putih karna memang jas nya sudah di buka. lalu ibuku mandi dan ganti baju dikamar, pukul 19.25 ibuku keluar kamar dan menonton tv bersama di ruang tengah bersamaku. dan JACKPOT ibuku menggunakan baju yang ku gunting. lalu ada sedikit perbincangan antara aku dan ibuku.....

ibuku:"van ibu kayanya masuk angin balurin minyak kayu putih dong"
aku:"oh.. buka bajunya dong mah biar enak" mau ku....
ibuku:"biar enak apa van biar enak ngelihat pemandangan susu mamah gitu"goda ibuku
aku:"evan kan udah gede harus tau bentuk tubuh wanita dengan jelas"
ibuku:"cepet balurin !!!"

  lalu aku pun membaluri punggung ibuku, lalu aku bertanya kembali ke pada ibuku...

aku:"mah balur juga depannya yah"
ibuku:"tapi niatnya nge balur yah bukan mau megang atau lihat" curiga ibuku
aku:"ya mah gak ada niat kok" bohong sautku

  lalu ibuku membuka dusternya dan menutupi selangkangannya dengan dusternya jadi hanya payudaranya saja yang ku lihat . ku balur daerah perut lalu naik ke payudaranya dan aku memijat sedikit puting payudara ibuku.

ibuku:"evan kamu apa apaan"
aku:"maaf mah evan lupa"

  lalu aku mengusap bagian perut dan leher ibuku sekitar 16 menit , saat ku lihat ibuku tertidur mungkin karna keenakan. dan ibuku tertidur dan bajunya belum di pakai jadi jelas aku bisa melihat payudaranya. lalu aku melakukan kocokan pada kelamin ku dan sperma ku muncrat di payudaranya yang tidak menggunakan BH. begitu banyak sperma yang keluar sehingga payudara bagian tengah sangat di banjiri sperma dan sperma nya pun berjatuhan ke bagian perut.
  ada niat iseng ku untuk membuat foto bugil aku bersama ibuku, lalu aku mencoba perlahan mengambil duster ibuku yang menutupi bagian selangkangannya dan akhirnya berhasil.
lalu aku mengambil HP ku dan aku pun berpakaian bugil. kedua kaki ibuku aku buat ngangkang lebar dan terlihat bulu memek ibuku yang lebat tertutupi CD transparan. aku pun memoto ibuku dan aku berdua sebanyak mungkin setelah ingin selesai aku berniat membuat foto mulut ibuku sedang mengulum kontol ku.
  kontol ku sudah tegang kembali dan aku mencoba membuka mulut ibuku perlahan dan JACKPOT kembali mulut ibuku sudah terbuka lebar dan aku memasukan kontolku perlahan ke dalam mulutnya sampai akhirnya aku memotonya , ada sekitar 130 foto sudah berhasil aku dapatkan.
lalu aku memakai pakaian kembali, ibuku aku bangunkan dan berbincang kembali....

ibuku:"eh evan udh beres nge balur nya . eh kenapa badan mamah jadi lengket gini ini cairan        apa van putih kentel" mamah ku sambil ngambek
aku:"itt it itu mah " jawabku gugup
ibuku:"owh mamah tau ini sperma kan , kamu nyemburin sperma kamu waktu mamah tertidur kan"
aku:" iya mah soalnya evan sange banget liat mamah"  jawabku berani.
ibuku:"mamah tau van kamu sange ,tapi ada bagusnya dari pada kamu nyemburin sperma kamu di         rahim mamah mending di badan mamah ajah" saut mamah ku santai.
aku:"jadi evan boleh nyemburin sperma evan kapan ajah" jawabku senang
ibuku:"boleh deh , tp gk lebih yah"

  keesokan harinya hari minggu, ibuku sedang di dapur adikku masih tidur. aku pun menghampiri ibuku.

aku:"mah evan mau ngeluarin sperma"
ibuku:"oh boleh"
aku:"mamah lagi pakai BH kan"
ibuku:"iya van kenapa"
aku:"sperma nya di keluarin di susu mamah ajah ya"

  lalu ibuku membuka bajunya dan terlihat payudara dengan BH merah sangat besar dan lembut.
aku pun mengocok dan sekitar 16 menit belum keluar ajah mungkin karna masih pagi masih kaku.lalu aku memaksa dan memasukan kontol ku ke mulut ibuku dan ibuku memaksa untuk menolak nya tapi aku tetep memasukannya dan menekan nya dalam2 ke mulut ibuku lalu ibuku pasrah dan aku tidak mencabut kontol ku dari mulut ibuku. aku memaju mundurkan kontol dengan cepat + tekanan yang keras, sehingga membuat ibuku muntah dan aku pun membiarkan ibuku muntah disaat mengulum kontolku. akhirnya spermaku muncrat di dalam mulut ibuku. setelah aku cabut kontol ku ibu ku muntah di lantai dengan sperma sperma ku yang banyak menyembur dari mulutnya yang seksi.
   ibuku diam sejenak dan aku pun mencium bibir nya sambil pergi. ibuku berkata

ibuku:"evan tunggu dulu, kamu tega sama ibu sendiri ngelakuin hal paksa seperti itu"
aku:" maaf mah evan udah terlanjur sange banget sama mamah dan merasakan hubungang ngentot
      tiap hari bareng mamah"
ibuku:"enak ajah kamu ngomong gitu.."
aku:" mah , mamah mau kan ngentot sama evan tiap evan mau"
ibuku:"sudi van sampai kapanpun ibu gak mau"
aku:"ok mah cepat pakai baju dan ikut ke kamar evan , evan punya bukti"

   ibuku memakai bajunya dan ikut ke kamarku, lalu aku mencolokan hp ku ke DVD dengan USB.
dan aku memutar foto bugil yang semalam. setelah beres memutar...

aku:"gimana mah , mau kan ngentot sama evan atau evan sebarin ini foto ke google dan      facebook mamah"
ibuku:"van pliss jangan sebarin foto itu van"
aku:"ok gk kan evan sebarin asal mamah mau ngentot ma evan tiap evan mau"
ibuku:"tapi van mamah gak mau ngandung anak kamu"
aku:"gak kan setiap sperma nya mau keluar evan keluarin nya di luar ajah"
ibuku:(menangis) van mamah mau ikutin setiap kemauan kamu tentang hal sexual tp km janji gk
       akan nyebarin foto itu dan ngasih tau ke siapa2"

  lalu aku menyuruh ibuku mengikuti perkataan ku....

aku:"saya selaku orang tuanya evan bersumpah akan melayani setiap evan mau ngentot sama          saya tanpa paksaan dan beban"
ibuku:"saya selaku orang tuanya evan bersumpah akan melayani setiap evan mau ngentot sama          saya tanpa paksaan dan beban"


  lalu ibuku beranjak pergi keluar kamar. lalu sekitar pukul 14.21 adikku minta izin mau pergi ke rumah temannya dan aku sedang bermain PS2. lalu nafsuku sudah bertambah, aku menghampiri ibuku di ruang tengah yang sedang menonton cek dan ricek rcti.

aku:"mah evan lagi pingin nih"


   lalu ibuku membuka semua pakaian nya dan sudah tidak ber busana kembali. aku pun langsung membuka bajuku dan aku pun sudah bugil. lalu aku mencium bibir ibuku dan bermain lidah. selagi mencium bibir ibuku tangan kanan ku meremas payudara sebelah kiri ibuku dan tangan kiri ku mengelus ngelus memek ibuku. ibuku hanya bisa terdiam dan menutup mata , mungkin karna nikmat.
    lalu aku berbaring di sofa dan ibuku berada di ujung kaki ku dan mengangkang kan kakiku di perut ibuku.

aku:"mah jangan dulu di jilat , ludahin dulu sebanyak banyak nya kontol evan"
 
  lalu ibuku meludahi sebanyak banyaknya. dan aku lalu menungging dan menyuruh ibuku untuk
menjilati pantat ku dan ibuku melakukan nya. setelah itu aku menyuruh ibuku menungging di sofa. aku beranjak ke dapur dan mengambil 1 buah terong panjang.
lalu aku mengocok memek ibuku dengan jari tengah ku dan ibuku akhirnya orgasme dan memuncratkan semua cairan kental keluar memeknya dan aku membaluri terong itu dengan cairan ibuku. aku memasuki terong itu ke vagina ibuku , dan tangan ibuku memegang erat sofa dan mata nya terpejam dan menggigit bibirnya dengan gigi atas.
  aku memaju mundurkan terong itu dan ibuku orgasme kembali sehingga cairannya berada di terong itu lalu aku meludahi lubang pantat ibuku dan aku memasukan terong itu ke pantat ibuku lalu aku mengambil terong 1 lagi dan memasukannya ke memek ibuku jadi terong yang satu ke pantat ibu ku dan terong satunya lagi ke memek ibuku. ibuku menungging terus dan aku mengambil jepitan jemuran di ruang strika. aku  ngambil semuanya dan aku mencapit puting susu ibuku semuanya dan aku menjepit bagia payudara lainnya.
   ibuku sangat terangsang dan begitupun aku sangat terangsang. akupun beranjak mencabut terong yang ada di pantat ibuku dan memasukannya di memek ibuku jadi ada dua terong yang menancab di memek ibuku.


ibuku:"arghhhh sakit"
aku:"santai ajah mah , mamah kan harus ngikutin perintah evan"

   lalu aku duduk di sebelah kepala ibuku , posisi ibuku sedang nungging dan aku menyuruh ibuku mengulum kontolku. aku sangat santai sekali dan nikmat. ibuku tidak menyadari aku merekam semua kegiatan aku dan ibuku.
setelah 18 menit kontolku di kulum dan sudah licin. aku mencabut semua terong dan alat jepit itu. lalu aku duduk di sofa dan ibuku aku suruh naik ke atas pangkuan ku dan memasukan kontolku ke memek ibuku dan kontolku langsung masuk dengan licin nya. dan terdengar suara paha ku yang berbenturan dengan pantat ibuku "pok pok pok".

   lalu aku mengganti posisi ku. aku berdiri dan ibuku menungging seperti sedang ruku. masih dalam memek ibuku aku melakukan goyangan maju mundur dengan cepat , ibuku mengeluarkan suara desahan nikmat terus menerus. aku pun berganti posisi lagi ibuku melakukan sujud di sofa dan aku memasukan kontol ku ke lubang pantat ibuku dan sangat kesat sekali lubang pantat ibuku. setelah aku merasa lelah, aku menyuruh ibuku mengocok kontol ku dengan kedua payudaranya.

   aku duduk di sofa dan ibuku duduk di bawah lalu aku mengangkang kan kedua kaki ku, ibuku mencapit kontol ku ke kedua payudaranya dan kontol ku berada di tengah antara kedua payudaranya. ibuku menaik turunkan payudaranya sehingga kontol terasa seperti di kocok.
sambil mengocok kontolku dengan payudaranya ibuku juga sambil meludahi kontol ku dari atas kontol ku.
  

aku:"mah udah mau keluar nih , pas keluar evan mau ngeluarin di dalem mulut mamah dan mamah      setelah itu harus tetep ngulum kontol evan"

   ibuku mengulum kontol ku dan sperma ku muncrat di mulut ibuku dan saat sperma ku muncrat di dalam mulut ibuku , ibuku tetap mengulum kontol ku dan sampai akhirnya kontol ku sudah lemas. aku pun menyuruh ibu untuk menelan nya dan akhir nya ibuku menelan habis semua sperma ku
Bersambung.....
arin kelam cerita sex sedarah

Because my son spied

No one can forgive what I've done. We've ever done, more precisely. A licentious acts, I mean is the justification of a bad thing, or maybe it is away from the sanctity, of bad acts we've ever done. But there must be a reason, there must be, must always be a consequence of a bad behavior. I'm not asking for sympathy from the reader, but if you have the empathy of a story that I made, I hope this story can make you understand. Indeed, the reason I wrote this story and to clarify the motivations and weaknesses as well as a requirement that is based on an ignorance and perhaps also the pleasure of an incestuous relationship we, as I fucked boy - my boy.

If this story does sound corny or've ever written, it's just a situation caused by a common human behavior. However, this story is based on my story. Robbie (Robert called her his girlfriend, his teman2 call him Rob, but I still call him Robbie, my son very laki2 my dear) once again her invasion of privacy to me, when I take a shower. 3rd time in this month. With the previous reason that his sister wore our other bathroom, and Robbie became very astute in benar2 mischief. (A reason I can not corrected)

The first time he just pee, but he did a long time, shaking his penis, to enter into his pants and zip his pants before he passed. Indeed, such a procedure (unless it is because they have to do something that takes a long time). He never asked me about anything (but I forget what) and it made him question the longer to get out of the shower, so I suspect he was trying to catch a glimpse of my naked body from behind the frosted glass plastic, but still able to show the curves of my body slim Diusiaku the 38th.

I have to admit where I could not hide myself farther, than boys - 16-year-old man and a teenager today, would have seen a lot of women who are naked bodies. It is certain when she was dating (and if lucky) he will get all the honesty and lie what saved woman, on a secret that lies between a woman's legs, personally. Actually I do not think more about my intention to peek until later, after some time when Robbie appeared I was soaping my body. At that moment I immediately rinse the soap out of my body, and I was instantly struck by the cue that I was not alone at home. My husband has gone to the office pagi2 once, then where Sally? I say to myself.

"Sorry, Mom", the sound of my son who has a hefty athletic body. "Sally put another bathroom and I was desperate not stand to pee, so I went into the bathroom Mama". Robbie said to me, he reversed body into the toilet, and sat on the toilet, after that I saw her shadow through the glass barrier lowering her plastic pants with a movement boxernya "He said he wanted to urinate, but why he was sitting on the toilet and take off all pants ", I muttered to himself. After I noticed, some attention to him which is not too special, "Mmm ..", I mumbled that I might be a bit loud murmur could be heard among the swift and the sound of the shower, and I still continue rinsing my body. And outside the shower room, I saw the corner of my eye there is such a kind of rhythmic movement, and it is certain that it is a movement that is very familiar. "It looks like he is pulling the penis, ya right .. Hmmm", I was a little curious. I could not help but smile little, it turns out I saw my son secretly masturbation in front of her mother who was naked. I feel like violated but also excited at the same time, it felt so confused.

That makes me happy is not something he was doing. But my body is, after I lihat2, I'm proud to have a body that can be an inspiration for him, that's what makes me somewhat mischievous smile. That makes me merara disturbed and uncomfortable is because there is no appropriate response from me as a mother, I felt guilty because I was not mad at him. But the fact is, even me as a little bit horny and feel of being in the exotic oddities, I actually felt as striptease dancers who are performing in a protective glass.

I slide my body with that sexy little wobble, which shows the curve of my body, and I hear the rising tempo of the movement of his hand on his penis genggaaman. In a total movement of my body without me feel free to show the curves of my body from the shadows behind the glass barrier is opaque platic it, and I do not know where this idea comes as spontaneous follow instinct, I advance the stomach to face the translucent plastic protector The right disebelanya is Robbie who was peeking face directly.

With the advance of my stomach I rather stick to the glass, automatic him see the dark under belly showing her mother as a thin dark bush that is being watered by the water spray from the shower, with the movement of my body slowly up and down repeatedly - again, with was really provoking. I think the movement was enough to give him a surprise attack to the psyche and make him think to take a tissue as much as possible to hold the spray swift flowing stream of sperm out of his penis, so not dripping on the floor. Naughty thoughts in my mind that there is, wanting to suck very vital part of my son's who is being played by it and do the suction when the sperm out like a fountain. "But he is your son," My conscience protests, while I was reversing my body away from the form that is being spewed sperm bayanganya, but my own even touch my vagina spontaneously. I think, maybe then we have the same thoughts, about the lack senonohan / presumptuous about ourselves masing2, thought by turning our imagination about the advantages or evils that we will get. "Mother and child sama2 have a high sexual appetite", I thought.

I waited until she came out of my bathroom, he terliahat such a hurry when out of the bathroom door. I do not know if he actually knew what was going on, so he came out quite a hurry, or he's scared known by me, (if indeed I do not know, but why did I stick my body, so she can see me in the plastic glass ?) But unfortunately due to ketergesa-gesaannya he had missed a great show from her mother, who turns out to myself also had an orgasm, no longer kira2 not until 30 seconds after he came out of the bathroom. And I think it's very embarrassing!! And I admit to myself shortly after I recovered from my little pleasure of orgasm. If he was not my son, I probably would have tempted. I recall our neighbor masturbation action between me and Robbie are reciprocal but is hidden and I remember one by one, I imagine if I were Robbie or to myself, as the events that happen and it was not planned but it was real, though of us now are not in the same room.

Until one occasion, my daughter Sally pagi2 go out of the house once. Where according to Robbie, Sally went to do an activity outside the home. So this occasion, Robbie can use to peek again his mother who was naked. Is Robbie previous action, is an artifice? Will he do it again, and if my response should I do this time? "Ah, do not, Do not" but nakalku mind whispered, "Come on, baby, let it come and erotic inspiration there between you two", it can make further rogue, and this high libidoku want to experience the dark side of a passion prohibited. Like an empress in the romantic novels are attracted to Pemuda2 naughty, and membayangakan youth as a source of obsession, and passion kupun back lit.

I tried to put myself and think, if I were in that situation, I still can not find a way out on this issue up to 8 days later, once again attacked my privacy. But this time, shortly after I shower and get ready for selasai out of the shower, before Robbie completing the action. "Upsss ...!", I said. Robbie, standing diatara me and my big towel that was hanging on the bathroom door hangers, and I re-entered into the shower room, and I said "Hey, baby .. please give Mama towel, the color pink, just throw the towel over the top !! "

I see his penis out of the shadow of the shadow movement protective plastic glass, when he threw a towel at me. I immediately put the towel by wrapping kebadanku, and I get out of the shower room.

When I came out, my feeling like melted. I saw Robbie with his shorts, which were prepared with the tip of the penis that already looks out of his pants. Small hand towel that is not too wide to cover his penis, from there I began to understand. Boy - my boy stared boldly towards her body. He reached out to the penis to correct the position of his penis to make it more comfortable. And he began to shuffle the penis in front of me, but that's just my assumption just maybe what I see is wrong, and I'll try to think about it later. The first time we used the shower together, maybe he looks like unintentional events, but over time and this time, he was more daring and have ulterior motives, and now, he's doing it real in front of me. "It's outrageous, I think" and Spontaneous I immediately slapped his face hard.

Due tamparanku, Robbie was very surprised, and I will also be surprised, why I slapped him, I feel a little bit guilty. Seen from the face of Robbie very confused and very sad. I know that maybe I was wrong to act, by not looking at the situation and conditions. Seeing the confusion and fear, maternal attitude was starting out, and I was not concerned about the situation now nearing naked, clad only pink towel, but I remain indifferent and forget about my situation now is just wrapped in a towel, I immediately hugged him with a bear hug a mother who was very dear to his son. His penis was standing erect and hard, to be rather soft for a while, but his face is not directly attached to the breasts, arms because my arms close to her.

I find it to be very bad in the eyes of Robbie, and I want to give her a compensation for him."Oohh Robbie anaku dear, forgive dear Mama, Mama did not mean to hurt you, because Mama was very surprised when opening the shower door, you're peeking masturbation with Mama, Mama to see the body of the elderly".

Robbie was silent, indicating a slight tear, while still continuing his arms at me and kept leaning her head on my chest. I tried to tell him, that this incident was not regarded as a serious matter, saying, "Is that Mama can do for you, so you can forget about it, dear?", "What can baby mama Mama dapakan for this, whether You want special from Mama? Come on, tell Mama, baby! "

When I was persuaded, I felt my nipples sucked on the left like. Apparently after I looked at the breasts, Robbie has said the action implied through his mouth, what he wants from me.What can be done more, than a mother to breastfeed her child but, despite his 16 year-old.My heart and feelings like sowing a sense of purity of a mother's love for her child through a very intimate part of the body, namely my nipple into Robbie's lips. I wanted to maintain physical proximity, our bodies between me and my child, as a sweet moment. Just like when Robbie was a baby. But with the growing maturity among us, will inevitably lead to a bad image.

I felt His cock began to harden and stand upright again, and that means sucking on the nipple sucking my milk that was not childish, but the hardening of the penis Rod Robbie, shows that he was in the ocean irresistible passion!! A wave of passion that was eventually hit and began to possess me, and I was getting aroused very great, my attitude began to change at the time of a very motherly woman becomes a mother who desperately wanted to make love with a young man adrift age much younger than me (MILF ). I began to feel the palms Robbie, slid down my stomach and moving towards vertical seams jari2nya my overgrown fuzz, which I was very patient, and now I've started wet vagina by fluid femininity, because the great stimulus that I feel from the finger palpation - Robbie finger. He definitely knows what he is doing to me and will make me squirm, where his right hand into the vagina and meyeruak entered his most tervital played a part in my body, his fingers began to twist with delicate clit, and I feel my blood rushing stream rippled through my body, a pleasure that is difficult to express in words, I feel like flying high up into the clouds. I feel this may be due, anaku alone makes me like this, it feels very much different feel, as I do this with my husband.

Without realizing it I continue to advance my hips to penetrate into touch jari2nya, we do it very slowly, and I really enjoyed it. Robbie moved his mouth to suck my other nipple, and the fingers of his left hand into the hole tetep piercing pussy, clit while sometimes squeeze gently, and I felt the rest of the fingers are still beyond the hole fingering pussy lips anusku with naughty, sometimes inserted or swipe swipe anusku lips. I started to feel a loss of control over the situation at that time, I was very sure that I did not have the will to stop the lust cekramaan of stimuli that are being burned both of us. What happened instead I grabbed Bantang penis upward anaku the high and hard, which has been exhibited to me my son but I do not care, and I feel the power of a man who had a passion like animals. The more I think of wild, and I was getting aroused very great. Jolt of adrenaline in the blood rustling permeated my body's defense system, and therefore I made very weak, I had forgotten the incident when I had to slap her. And I felt my knees begin to weaken.

Robbie knew that was my defenses collapsed, and he also knew that his mother was resigned to the stimulation of pleasure and torment which he gave easily he lay back on the floor. Pink carpet thick, with slightly hairy fabric, lining our main floor bathroom, and into a soft cushion of fine dah well applies to the pedestal fuck very beautiful, I felt like my body slowly drifting down my naked body while lying, more precisely laid over smooth bulu2 on the carpet with my little beloved Son aided by a strong and very handsome. Once my body lying on the floor, directly memeluku Robbie, I was at the bottom, which also welcomed it with straight arms passionately kissed her lips were stuck to blast through it, I felt and feel anaku Robbie mouth is also wanted in explor me, his tongue explore every inch in my mouth, only this time I feel about Robbie laki2 my son who was very good at making love. I had thought, with what is happening now, and the impact of what happened after this incident, and over time along with the breeze of romance between me and my son, it was thought lost to the pleasures of heaven coming wave hit me and I felt like my body was float fly away towards a star of hope about the pleasures of sex is a beautiful intimacy that may be I feel and administered by anaku own.

I am getting hungry for satisfaction, not only thirsty but I've really felt hungry for pleasure Sex, I've been very wet, I was thinking let me Pregnant from anaku sediri, everything is absurdly wet, which is important I just want pleasure, I point that Robbie to immediately enter the penis sizable trunk that immediately breaks into her vagina bright red and chapped that the deluge would have been very cairan2 femininity. I started holding the upper arm Robbie, and feel the biceps muscle and trisepnya increasingly made turbulent, with nudity both of us, I feel the union of the body and our bodies between mother and child, with a sensation of truly exceptional, feel my skin is in direct contact full skin without any restrictions and obstacles and we are doing with without any sense of taboo between us. My body is already tightly hugged her body and showed a cradle - the cradle of love with a passion and lust undermined. I desire to be my son, very and very, very, sehinggap Robbie could easily make her body covered as possible to me that he might more freely to determine a comfortable position for intercourse with his own mother, which may seem old-fashioned but classic in a way men having sex on women . In a situation of kissing our full passion and lust, I could feel His cock began to poke a hole and began to push the search for her own vagina was already wet, flooded by the slippery and sticky fluid that is ready to slip in, like a knock on the door had the pleasure of my heaven ready opened, the enjoyment of earthly paradise filled with sin, but very beautiful and extraordinary, earthly paradise waiting for us, and we were both ready to float fly there to reach pleasure wrapped in a beautiful sin. We have very lust we can not tolerate. Suddenly I felt a sensation that is very difficult to be expressions, without the guidance of my hand had pushed his penis turns bursts in with the beat of animal lust Laki2 a child and continue to urge pumping deeper and deeper into the hole of my vagina, with a large size and penis length anaku I feel a little bit sore on the lips of my vagina, but the pain and the pain was erased by a wave of lust birahiku cradle that is raging, and I felt a sensation of a hujaman nikmatya can reach my womb, where cleanness as a mother has terengut and deprived by biological child, who had only I dedicated to my dear husband, I honestly say I enjoyed terenggutnya and seizing the sanctity, the sanctity of a vagina, a womb of a mother who could produce a source of life and the seeds of a new life.

Penetration penetration sake we did together, the encouragement, exhortation and hujaman for the sake of my children hujaman penis into the womb where he first conceived. The cause shock shock penetration, which intensively than any movement in our physical intercourse in an incest / incest, which motivated more than a ungakapan sacrifice of a pair of human love.Hujaman penis in and out like that in a row into my vagina, and I was very happy to receive hujaman into the vagina, we certainly feel the same sense of beauty copulation, a sensation of satisfaction that can not be in reaching out to others. Enjoyment of intercourse that is harsh like animals who do not know the mother or the child's father, the most important is the satisfaction I feel to be a primitive laki2 like no other in the world that can give me satisfaction without limit, for the sake moans groans we did, sigh for the sake of a sigh, and scream my little phrase jerita ear to make it more Wild Robbie large penis and thrust it deep inside length burrow into the vagina so I felt a poke in my womb. Basahan of us both sweat and flowed over our bodies, making a sound that sounds very dramatic pat, pat of every part of our body of sweaty skin, a meeting between my crotch with Robbie selakangan which raises the sound of clapping combined with the pleasure of poke, and screams , it is very difficult to express. Which must be very delicious. Our body is locked in a tight embrace of the indispensable, chest clutching my chest so that my breasts were squashed sideways and spilled poking between my body and he, hips and thighs and hips hit my thigh up and down very slowly but surely with his passion to me, I tightly grip sexy ass my second child, helped make hujaman2 push hard and a little rough for the vagina, movement is very rewarding and makes us like a fly with a moment, feel hujaman sake hujaman he was doing to me.

I began to look forward with trepidation and heart palpitations but want it too, I love when moments like this where I feel a large penis hard and long to squirt sperm in the vagina, the penis had started to throb violently, with a throbbing penis that was me also began to feel the things that are never ever felt in my life at that birahiku lust sated by a child of my own, A sensation which is very unusual, it looks like I will have oragasme. I purposely hold my oragasme and Robbie so I can together enjoy the joy of sin An incestuous relationship between the child's biological mother. Robbie has a penis with trunk and head are quite large, as he did this time hujaman which feels quite hard for me, Robbie suddenly froze like freezes, hold a body vibrating pleasure during this time he dreamed of, I feel like a penis locked swallowed deep in the vagina with the head of the penis was deep inside me, I see his handsome face and maturity ranging drawn from the look on his face that might later be the father of my child to be the bladder. Finally it happened I feared I was too late repeal of the shaft of his penis in my vagina, but on one hand I feel a sensation in my body radiating rogue who wants to feel it if fertilized by my own biological children, Robbie and trumpeted a great sigh penis ejects sperm in my womb where I conceived, many times very strong eruption was, and then also I feel my pussy pulsing too hard and I was screaming for the orgasm felt during this I never felt, because this incestuous intercourse sensation, I felt like a fly free, I'm a very long orgasm and long as the release of sperm that gushed Robbie in the vagina. Warm wet, gurgling, a little sticky on our crotch snaps that attach to each other, with me cross my legs at the waist Robbie.

"Mam, I took it inside ... sorry", he said in a flat voice, scared I'm pregnant, but she was satisfied with no regrets. "Oh my God, this Robbie ... You really naughty. But how else would,italready out? ", that's what I told him. We experienced a climax incestuous intercourse very beautiful, sounds wonderful and taboo but in fact remarkable.

Sperm slowly flows out of the inside of my vagina, my femininity mixed with fluid, sperm very much, and I'm sure he was healthy and definitely too healthy sperm. Hamilkah me? What happens, makes us addicted to the secret relationship that is so full of sin, I would undergo this relationship with my way, and I will never give up.

Indeed, as I said at the beginning of this story, this action certainly can not forgive, what we did there would be Consequently, the I know that and I understand. But when Robbie there beside me, and when we do Dooggie style, or if I was on it like a woman rider, or wherever it's our pleasure to spill liquid, all of which contain a very high risk, caught by the husband or anyone else about our incestuous relationship, or I'm pregnant. But I, as beautiful as possible so we tried it all covered with neat and smart as possible so I do not contain the seeds of my own children. But unfortunately I still successfully broken too. I actually became pregnant from the seed of my own

Short said, "When I know my little Children come into the bathroom, for a peek at her mother who was a shower, and offer a high-risk game, I could not resist it"!!!
arin kelam